Honda GTR

  • Berita Terkini

    Rabu, 21 Februari 2018

    Tabrak Dua Motor, Pelajar di Solo Meninggal

    A.CHRISTIAN/RADAR SOLO
    SOLO – Meninggalnya Maulana Reza Daffa, 16, menambah panjang kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur. Murid SMAN 6 Surakarta itu bertabrakan dengan dua sepeda motor di Jalan Bhayangkara, tepatnya di depan Lembaga Bahasa Asing (LBA) Politama, Selasa (20/2/2018).

    Pagi kemarin sekitar pukul 06.45, warga Jalan Lokayasa I Blok Q-1 RT 05 RW 09 Desa Gentan Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo itu mengendarai sepeda motor Yamaha Byson nomor polisi AD 5264 VR dari selatan.

    Diduga, murid kelas X IPS 2 tersebut berkendara terlalu ke kanan dan dengan kecepatan tinggi. Bersamaan, dari arah berlawan melaju Honda Karisma AD 3264 QH yang dikendarai Poniran, 54, warga Kampung Sutogunan RT 04 RW 04, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, serta Honda Supra X 125 yang dikemudikan Moch Ramlan, 52, dan istrinya Sri Suharni, 52, warga Dukuh Mantung RT 04 RW 05 Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol.

    “Dari jauh (pengendara Byson, Red) sudah kencang dan terlalu ke kanan. Saya melambaikan tangan sambil meneriaki untuk hati-hati, tapi tidak dengar sepertinya,” ujar saksi mata Yudianto.

    Karena sudah terlalu dekat, lanjut pria yang berprofesi sebagai juru parkir di sekitar lokasi kejadian ini, Maulana tidak dapat menghindar dan menabrak dua sepeda motor di depannya.

    Akibat benturan keras, Maulana terpental hingga lima meter dan helmnya pecah karena membentur aspal. Dia meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di bagian kepala. Sedangkan dua sepeda motor lainnya menabrak dua mobil yang terparkir di lokasi kejadian.

    Honda Karisma menabrak Toyota Agya AD 8912 OP milik Agung Tri Wahyu, 40, warga Kampung Purwoprajan, Kelurahan/Kecamatan Jebres; dan Honda Supra menyeruduk Honda CRV AD 7171 OU milik Abdullah, 60, warga Jalan Blewah Raya No.5 RT 01 RW 07 Kelurahan Karangasem, Kecamatan laweyan. “Yang punya mobil sedang sarapan di warung soto,” katanya.

    Kasubnit II Laka Satlantas Polresta Surakarta Ipda Suharto menjelaskan, hasil penyelidikan sementara, kecelakaan disebabkan human error  pengendara Byson. “Kita duga karena terburu-buru berangkat sekolah, sehigga dia mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi,” ungkapnya.
    Untuk kepentingan penyelidikan, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Satlantas Polresta Surakarta. Sementara itu, jasad Maulana dibawa ke RSUD Dr. Moewardi, sedangkan korban luka dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Surakarta dan RS Kasih Ibu. (atn/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top