HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Minggu, 18 Februari 2018

    Minta Shelter PJK Jl Soetoyo Dibongkar, ini Alasan DPRD

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Karena dinilai tidak tepat yakni berada di lingkungan pendidikan dan peribadatan, serta merampas hak pejalan kaki, maka Pansus III DPRD Kebumen meminta shelter di Pusat Jajanan Kuliner (PJK) Kebumen segera dibongkar. Alasan lainnya, yakni keberadaan Shelter di kawasan Jalan Sutoyo berada di trotoar.

    Adanya aktivitas perdagangan di kawasan pendidikan dan peribadatan dikhawatirkan akan mengganggu ketenangan belajar dan kekhusuyukan ibadah. Hal ini disebabkan di lokasi Jalan Sotoyo Kebumen terdapat sejumlah sekolah yakni SMAN 1 Kebumen, SMPN 1 Kebumen dan SMP Taman  Dewasa dan satu tempat ibadah yakni Gereja. 

    "Pansus melihat hal tersebut kurang tepat, apalagi berada tepat di atas trotoar sehingga merampas hak para pejalan kaki dan pengguna trotoar yang semestinya," Ketua Pansus III Yuniarti Widyaningsih SE, Kamis (15/2/2018).

    Dalam kesempatan tersebut, Yuniarti Widyaningsih meminta kepada OPD terkait, untuk dapat melakukan pembinaan kepada para pedagang secara maksimal. Bukan hanya pembinaan saja, pihaknya juga meminta para pedagang mendapatkan pelatihan skill.

    Selain itu OPD juga harus memperhatikan fasilitas sarana serta prasarana pendukung yang sesuai kebutuhan pedagang. "Pemkab perlu melakukan upaya inovatif termasuk dengan cara mengakses dana-dana Corporate Social Responsibility (CSR) milik BUMD dan perusahaan swasta yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan tersebut. Hal ini lantaran kami juga menyadari adanya keterbatasan anggaran untuk pembinaan,” paparnya.

    Bukan hanya kali ini saja, wacana pembongkaran  Shelter sebelumnya juga pernah dilontarkan oleh Pansus III. Bukan kala itu, Pansus juga merekomendasikan agar kawasan Jalan Sutoyo Kebumen tak lagi menjadi Pusat Jajanan yang digunakan untuk berjulan para PKL.

    Seperri pernah diberitakan, persoalan PKL di kabupaten berselogan Beriman ini memang seperti benang kusut yang sulit terurai. Di satu sisi pemerintah berharap agar terciptanya lingkungan yang bersih dengan cara membatasi waktu berjualan PKL.  Sementara di sisil lain kegiatan PKL ternyata justru menjadi alternatif bagi minimnya lapangan pekerjaan.

    Jalan Sutoyo sendiri memang telah ditetapkan oleh Pemkab sebagai Pusat Jajanan Kebumen sejak tahun 2009 silam. Kawasan tersebut strategis untuk berjualan. Namun di sisi lain praktik penjualann dalam menggangu kegiatan belajar dan peribdatan

    Daryono alias OD salah satu pedagang di Jalan Sutoyo juga pernah mengaku bingung dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah. Setelah sebelumnya tidak lagi diperkenankan berjualan di Alun-alun pada siang hari, kini Jalan Sutoyo juga direncanakan akan ditutup. “Saya bingung, sebenarnya pemerintah itu tujuannya apa?,” katanya.

    Sebatas yang OD tahu, tujuan terpenting dari pemerintah yakni menyejahterakan masyarakat. Selain itu sebatas yang dia pahami pula, tujuan dari Pemerintah Kabumen yakni mengurangi angka kemiskinan. Dengan adanya penggusuran para PKL tentunya akan membuat PKL kehilangan pekerjaan. Seandainya dipindah pun akan berpotensi terhadap menurunnya penghasilan. “Lalu kalau PKL tidak lagi berjualan dan PKL penghasilannya menurun, apa itu yang disebut dengan pengentasan kemiskinan?,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top