• Berita Terkini

    Monday, December 4, 2017

    Bersihkan Sampah, Kelurahan Kebumen Bentuk Saber Pagi

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Setelah sukses dengan program bank sampah untuk Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (Bank Samiun), Kelurahan Kebumen kembali meluncurkan inovasinya. Inovasi teranyar, yakni dengan membentuk Tim Saber Pagi (Sapu Bersih Pagi). Tim ini bertugas memastikan kebersihan di lingkungan Kelurahan Kebumen.

    Ketua Lingkungan (Kaling) 04 Kelurahan Kebumen, Suwito, mengatakan Tim Saber Pagi terdiri dari pegawai kelurahan non Nomor Induk Pegawai (NIP). Mereka bertugas melakukan bersih-bersih sampah di sejumlah jalan protokol yang berada di wilayah Kelurahan Kebumen. Seperti Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kolonel Sugiyono, hingga Jalan Pramuka.

    "Ini bukan saja dalam rangka mendukung kegiatan penilaian Adipura. Tetapi juga untuk menjaga kebersihan di wilayah Kelurahan Kebumen," kata Suwito, yang Humas Kelurahan Kebumen.

    Suwito, menegaskan Tim Saber Pagi tidak sepenuhnya menyapu di jalan-jalan protokol tersebut. Namun, hanya menyisir sampah-sampah yang meluber dari tong sampah. "Kami sekedar menyisir sampah yang berserakan yang meluber dari tong-tong sampah. Karena seringkali kita melihat banyak sampah malah dibuang di sekitar tempat sampah," ujarnya.

    Selain itu, lanjut Suwito, setiap Jumat pagi Tim Saber Pagi menyisir sampah di gang-gang setiap RW yang ada di Kelurahan Kebumen. "Yang jelas gagasan ini bukan berarti nyorok bengkok petugas DKP," tegasnya. 

    Sebelumnya, Kelurahan Kebumen melakukan terobosan baru untuk mengatasi tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB) warganya. Inovasi baru tersebut, yaitu setiap warga tidak perlu lagi membayar pajak PBB menggunakan uang tunai. Tetapi, warga cukup menyetorkan sampah kepada petugas.

    Pada tahun lalu, program bank sampah, yang diberi nama "Sampah untuk Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (Samiun)" itu Kelurahan Kebumen berhasil menyetorkan dana hingga 96 persen lebih dari total tagihan PBB sebesar Rp 737,5 juta lebih. Padahal tahun-tahun sebelumnya maksimal hanya 70 persen.

    "Warga terbantu dengan program Bank Samiun ini. Jadi mereka merasa tidak membayar PBB, tapi kita yang bayarin. Padahal itu hasil dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan," ujar Lurah Kebumen, Dede Suntoro.

    Tak hanya itu, Kelurahan Kebumen bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kebumen berhasil menutup tempat pembuangan sampah ilegal di Pasar Rabuk. Tempat pembuangan sampah ilegal yang telah beroperasi 50 tahun ini kini berubah menjadi taman yang indah.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top