• Berita Terkini

    Wednesday, October 18, 2017

    Penanganan Banjir Tahunan, Bupati Kebumen Minta Bantuan Presiden

    sudarnoahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, melakukan tinjauan langsung banjir yang merendam dua kecamatan yang berada di sepanjang Sungai Kedungbener yang terjadi pada Selasa kemarin (17/102017). Terkait hal ini, Yahya Fuad mengatakan, kondisi ini tentu tak bisa dibiarkan terus terjadi.

    Oleh sebab itu, pihaknya sudah menyampaikannya kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Joko Widodo dan Kementerian terkait untuk mencari solusi.

    "Pada pertemuan dengan pak Presiden di Magelang, kami sudah menyampaikan kepada Pak Presiden. Sebelumnya, kami juga sudah berkoordinasi dengan Dirjen Kementerian terkait dan saat ini tengah dalam penyusunan DED. Mudah-mudahan, tahun depan bisa terealisasi," ujar Mohammad Yahya Fuad, Rabu (18/10).

    Penanganan ini diakui Yahya Fuad mendesak, bila melihat kondisi para korban banjir kemarin. Dari sejumlah warga yang ditemui mengatakan, banjir kemarin menjadi salah satu yang terbesar dalam dua puluh tahun  terakhir. Kalaupun ada yang patut disyukuri, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    Tak hanya merendam perumahan warga, banjir juga menggenangi jalan nasional sehingga arus lalu lintas terganggu. Salah satu sebab mengapa itu bisa terjadi, kata Yahya Fuad, kondisi tanggul-tanggul sungai di bagian tengah, atau khususnya Lukulo termasuk di dalamnya Sub DAS Kedungbener yang kemarin membuat sejumlah wilayah di Kebumen banjir memang selama ini belum tertangani sepenuhnya.

    "Saat ini pemerintah pusat tengah mengerjakan DAS Cokroyasan yang berbatasan dengan Kabupaten Purworejo dan DAS Tijotipar yang berbatasan dengan Kabupaten Banyumas. Untuk bagian tengah, atau Lukulo mudah-mudahan tahun depan," katanya.

    Terpisah, Kepala Bidang Logistik dan Penanganan Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Muhyidin mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terkait kerugian bencana awal pekan ini. Sejauh ini, banjir sudah surut. Meski diakui banjir merendam fasilitas umum, kantor dan sekolah-sekolah sehingga aktivitas sempat terganggu.  "Dan bantuan masih terus mengalir," ujar Muhyidin dihubungi Rabu sore.

    Sebanyak 1.807 rumah di Kabupaten Kebumen, terendam banjir menyusul hujan deras yang mengguyur selama dua hari terakhir, Senin-Selasa (16-17/10/2017). Adapun total warga terdampak meliputi 3.072 Kepala Keluarga (KK) dan 9.915 jiwa meliputi dua kecamatan, masing-masing Alian dan Kebumen.

     Tidak ada korban jiwa atau luka akibat kejadian ini, namun aktivitas warga sempat lumpuh akibat banjir.(cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top