• Berita Terkini

    Monday, July 31, 2017

    Visa Belum Terbit, 11 Calon Haji Terkatung-katung

    IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO
    SOLO – Jaminan bebas masalah visa bagi calon jamaah haji (CJH), meleset. Lancar hingga kelompok terbang (kloter) 13, ganjalan visa mendera kloter 14. Sebanyak 11 CJH asal Kabupaten Temanggung tertunda ke tanah suci karena belum mendapatkan visa.

    Kloter 14 tiba di embarkasi Solo, Senin (31/7) sekitar pukul 10.00. Seharusnya mereka membawa 360 CJH, termasuk lima petugas di dalamnya. Namun Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIH) Kabupaten Temanggung melaporkan telah melakukan mutasi kloter sebanyak 18 CJH. Alasannya hingga kemarin  mereka belum mendapatkan visa.

    “Ada total 18 jamaah yang terpaksa kita tinggal di sana (Temanggung, Red) karena 11 jamaah visanya belum jadi dan yang lainnya pendamping atau suami dan istrinya,” ujar salah seorang TPIH Kabupaten Temanggung Munsiri kemarin.

    Hingga Kamis (27/7), panitia haji Kabupaten Temanggung belum mendapatkan kepastian visa bagi 11 jamaahnya. Tak mau menggantung nasib tamu Allah, mereka akhirnya dikumpulkan dan diberi informasi jika visa belum jadi.

    Selain itu Kementerian Agama (Kemenag) Temanggung memutuskan tidak memberangkatkan 11 jamaah tersebut hingga diperoleh kepastian visa. “Mereka juga mengerti kondisinya. Kalau dipaksakan berangkat ke sini (embarkasi Solo) malah kasihan. Lebih baik biar menunggu di sana (Temanggung, Red),” imbuhnya.  

    Munsiri menjelaskan, CJH asal Temanggung terbagi menjadi tiga kloter. Selain kloter 14, mereka ada di kloter 61 dan 62 bersama CJH Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo yang akan tiba di embarkasi Solo pada 15 Agustus.

    Untuk menutup kekosongan kursi tersebut, panitia kabupaten memutuskan memutasi 18 jamaah kloter 61 ke kloter 14. Sedangkan 18 jamaah kloter 14 yang saat ini masih ditinggal di Temanggung akan diikutkan kloter 61.

    “Kami mendapat info jika hari ini (kemarin,Red) petugas visa ada yang baru datang dari Jakarta. Kalau 11 visa itu ada, akan langsung kita jemput ke Temanggung. Tetapi kalau tidak komplet, lebih baik menunggu lainnya,” kata dia.

    Bagi TPIH, lanjut Munsiri, kondisi seperti ini dapat disiasati dengan mutasi kloter. Namun, yang menjadi beban adalah menjaga psikologis jamaah agar tetap bisa fokus menunaikan ibadah haji. Karena selain jamaah, ada juga keluarga yang dipastikan waswas nasib keluarga mereka yang tertunda keberangkatannya.

    “Tahun lalu Alhamdulillah kita lancar. Baru tahun ini terjadi seperti ini. Keluarga jamaah coba kita beri pemahaman,”  ungkap dia.

    Sementara itu, salah seorang jamaah yang menggantikan 11 jamaah asal Temanggung, Wahadi, 50, menuturkan, petugas menyampaikan informasi keberangkatan pada Kamis malam (27/7). Seharusnya dia bersama istrinya tergabung di kloter 61. Tapi, setelah dijelaskan, dia bersedia menerima arahan petugas.

    “Persiapan saya sudah lama juga. Hanya saja karena saya PNS, harus ngurus cuti. Ya akhirnya saya minta Kemenag untuk mengurus, dan ternyata mau,” terangnya.
    Sekadar informasi, persoalan visa menjadi kasus klasik dalam pelaksanaan haji dua tahun terakhir. Padahal, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jateng Farhani sebelumnya memastikan visa untuk 61 kloter awal sudah jadi. Bahkan dia optimistis musim haji kali ini tidak akan terjadi masalah terhadap penerbitan visa. Sebab, petugas visa di Kemenag sudah lebih menyesuaikan diri dengan sistem yang diberlakukan di Arab Saudi maupun aturan internasional.

    Kasubag humas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Embarkasi Solo Badrus Salam menyatakan belum mendapatkan konfirmasi terkait terlambatnya 11 visa milik CJH asal Temanggung.

    “Saya malah belum mendapatkan informasi itu. Nanti setelah serah terima dari daerah ke asrama, coba saya konfirmasi ke bagian data,” ujarnya.

    Sementara itu, hingga pukul 08.00 kemarin, Embarkasi Solo telah memberangkatkan 3.574 CJH yang terdiri dari sepuluhkloter. Seluruh pemberangkatan berjalan lancar tanpa halangan. Hanya saja, satu orang CJH Nasroh Marwin Madjupyan kloter 11 asal Kabupaten Kebumen meninggal dunia terkena serangan jantung.

    “Beliau sebelumnya punya riwayat diabetes. Kemudian sempat dikeroki di kamarnya. Kemudian tiba-tiba terserang jantung. Yang bersangkutan sempat dilarikan ke klinik embarkasi sebelum akhirnya meninggal dunia,” jelas Badrus.

    Nasroh berangkat bersama istrinya. Oleh pihak keluarga, jenazah langsung dibawa ke daerah asal, sementara istrinya tetap berangkat ke tanah suci. (irw/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top