• Berita Terkini

    Thursday, July 6, 2017

    Pertandingan Bola Ricuh, Warga Dua Desa di Pekalongan Bentrok

    TRIYONO
    PEKALONGAN - Kondisi wilayah dua Desa di Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, memanas, Rabu (5/7) sore. Puluhan warga Desa Karanggondang diduga melakukan penganiayaan terhadap warga Desa Gembong usai mengikuti pertandingan sepakbola di Desa Garung Wiyoro. Untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar warga desa, Polres Pekalongan menyiagakan puluhan anggota di lokasi, kemarin.

    Informasi diketahui, penganiayaan terjadi saat pertandingan sepak bola di Desa Garung Wiyoro, antara kesebalsan Gembong Bogosima dan Garung Wiyoro. Namun usai pertandingan, kedua kesebelasan dan para pendukung membubarkan diri dengan mengendarai sepeda motor untuk kembali ke rumah masing-masing melewati Jalan Desa Karanggondang sekira pukul 17.45 Wib.

    Namun entah permasalahan apa, rombongan warga Desa Gembong tiba-tiba dihadang dan terjadi penganiayaan.

    "Saya sudah meminta untuk tidak terjadi pemukulan, namun tetap saja ada yang nekad, bahkan tidak satu atau dua yang dipukul akantetapi ada puluhan warga saya menjadi korban," terang Kepala Desa Gembong, Kandangserang, Imam Karmono ketika mengantar warganya di RSUD Kajen untuk menjalani visum.

    Meski terjadi pemukulan terhadap warganya, ia tetap meminta agar tidak melakukan pembalasan dan meminta untuk jalan. Akantetapi penghadangan terus terjadi hingga terjadi pemukulan lagi.

    "Kejadian saat magrib dan kami tetap menyuruh warga saya tetap jalan untuk kembali ke rumah masing-masing," lanjutnya.

    Adanya kejadian itu, sejumlah warga Desa Gembong mengalami luka-luka. Ia meminta para pelaku penganiayaan agar diproses secara hukum.

    Sementara adanya kejadian itu, anggota Polres Pekalongan bersama Polsek Kandangserang langsung menuju lokasi guna mengantisipasi adanya bentrok susulan. Setidaknya 75 personil diterjunkan di lokasi guna mengamankan 2 Desa yang terjadi gesekan. Sebanyak 75 personil terdiri dari 1 Pleton Dalmas Sat Sabhara Polres Pekalongan, 1 Pleton gabungan piket fungsi dan 1 Pleton Brimob dari Detasemen Pelopor B Pekalongan, Kamis (6/7/2017) pagi langsung ke lokasi.

    Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, melalui Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol Mohammad Udjir mengatakan bahwa pihaknya tidak mau kecolongan, walaupun di lokasi kejadian situasi sudah dianggap kondusip maka tetap menyiagakan 75 personil di lokasi.

    Dijelaskan, awal kejadian gesekan antar dua desa yakni Desa Karanggondang dan Desa Gembong selesai menyaksikan pertandingan sepakbola yang di selenggarakan di Garungwiroyo Kecamatan Kandangserang. Kemudian berjalan rombongan dengan kendaraan roda dua kurang lebih 300 orang melewati jalan Desa karanggondang, Kandangserang.
    "Setelah sampai jalan menurun dihadang oleh sekelompok warga Desa Karanggondang Kandangserang dan terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban 11 orang warga Desa Karanggondang mengalami luka–luka," ungkap Kompol Mohammad Udjir.
    Untuk itu dari Polsek Kandangserang sudah mengundang dari masing-masing perwakilan Desa yang terlibat konflik baik dari perangkat Desa, Tokoh Masyarakat dan tokoh pemuda untuk melakukan mediasi. (yon)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top