• Berita Terkini

    Sunday, July 16, 2017

    Lestarikan Wayang Orang, Grup WO Ngesti Pandawa Ajak Mahasiswa

    ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG
    SEMARANG – Majunya era globalisasi membuat kesenian tradisional memudar. Salah satu kesenian daerah yang ditinggalkan adalah wayang orang. Namun hal ini tidak berlaku bagi kelompok Wayang Orang (WO) Ngesti Pandawa yang terus eksis sampai sekarang. Bahkan kelompok WO ini, siap melakukan pentas spektakuler dan pasar rakyat pada usianya ke-80 pada 22 Juli mendatang.

    Pimpinan WO Ngesti Pandawa, Djoko Moeljono mengatakan perayaan ulang tahun ini akan diselenggarakan secara istimewa. Yakni pertunjukan wayang orang yang dihelat secara gratis dan pasar rakyat. ”Dalam prtgelaran ini, kami membawakan Serial Ramayana, episode Sugriwa-Subali. Di pelataran kami menggelar pasar malam minggon Ngesti sebagai pasar rakyat,” katanya kemarin.

    Lakon yang dibawakan disutradarai oleh Ki Wiradio dan akan dipentaskan di Gedung Ki Narto Sabdo, Kompleks TBRS Semarang. Pentas tersebut akan melibatkan para pemain dari berbagai profesi seperti dokter, polisi, pejabat pemerintah, kalangan akademisi, dan mahasiswa. Selain itu ada komunitas dan seniman tradisi, serta Laskar Muda Ngesti Pandawa. ”Kami mengajak berbagai pihak untuk mendukung acara ini, tentunya untuk ikut main dalam pertunjukan wayang orang, dan melestarikan kesenian ini,” tuturnya.

    Djoko yang menggantikan pimpinan sebelumnya Cicuk Sastrosoedirjoe yang telah meninggal, mengatakan untuk pasar malam akan berlangsung selama sehari penuh menampilkan pesta kuliner, pameran benda-benda seni dengan mengajak para pedagang secara gratis. ”Rencananya pasar ini akan berlangsung setiap akhir pekan, saat WO tampil,” ujarnya.

    Terpisah sutradara WO Ngesti Pandawa, Wiradio mengatakan pada gelaran tersebut juga akan mengajak Laskar Muda Ngesti Pandawa, di mana anggotanya dari kalangan mahasiswa dan pelajar sebagai sarana regenerasi pelestarian wayang orang. Karena digelar gratis, pihaknya mengaku akan menambah kapasitas jumlah penonton dari hari biasanya 100 orang, rencananya pada Sabtu (22/7) pekan depan, gedung Ki Narto Sabdo bisa menampung sekitar 300 orang. (den/ric/ce1)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top