• Berita Terkini

    Sunday, July 16, 2017

    Dua Kali, Setu Abdul Hadi Bobol Sistem Unissula


    SEMARANG - Setu Abdul Hadi, 24, joki ujian di Unissula (Universitas Sultan Agung) yang tertangkap dan dilaporkan ke Mapolsek Genuk, Rabu (12/7) lalu, ternyata bukan kali pertama menjadi joki. Mahasiswa Fakultas MIPA UNNES (Universitas Negeri Semarang) semester delapan ini ternyata sudah dua kali menjadi joki di Unissula dan lolos dari pemeriksaan petugas panitia.

    Fakta ini diketahui berdasarkan database milik Unissula. Tercatat Setu Abdul Hadi melakukan joki mengerjakan soal ujian peserta Satrio Purno Prabowo sejak pendaftaran melalui online gelombang pertama tercatat 19 Febuari 2017, pukul 00:00:00. Pendaftaran gelombang pertama ini tertulis dua program pilihan yakni S1 Kedokteran Umum dan S1 Kedokteran Gigi.

    Pada saat pemberkasan dan pemotretan kartu ujian mendapat nomor ID pendaftaran 17101180 atas nama peserta Satrio Purno Wibowo. Sedangkan pelaksanaan ujian gelombang pertama, pada hari berikutnya yakni 10 Mei 2017 dengan joki Setu Abdul Hadi. Rupanya praktik joki yang dilakukan Setu Abdul Hadi lolos dari pemeriksaan petugas dan masuk ke ruangan mengikuti mengerjakan soal ujian. Namun hasil ujian dinyatakan tidak lulus.

    Meski tidak lolos, peserta atas nama Satrio Purno Prabowo melakukan pendaftaran online kembali pada gelombang dua. Tercatat dalam database tersebut melakukan pendaftaran online pada 21 Mei 2017, pukul 19:55:18. Pada pendataran ini, tercatat tiga program pilihan masing-masing S1 Kedokteran Umum, S1 Teknik Elektro dan S1 Ilmu Hukum.

    Pendaftaran gelombang dua ini, mendapat kartu ujian dengan nomor ID peserta 17104637. Joki Setu Abdul Hadi juga berhasil lolos dalam pelaksanaan tes pada 9 Juni 2017. Meski telah berhasil mengerjakan soal di dalam ruangan, namun hasil ujian masih tidak lulus lagi.

    Sudah dua kali tidak lulus ujian, kemudian Satrio Purno Prabowo mendaftar lagi gelombang tiga melalui online pada 16 Juni 2017, pukul 23:34:56. Tertulis tiga program pilihan, yaitu S1 Kedokteran Umum, S1 Ilmu Hukum, S1 Sastra Inggris.

    Pada pengambilan kartu ujian dan pemotretan foto, mendapat nomor ID peserta 17105556. Namun praktik joki Setu mengikuti tes pada Rabu (12/7) sekitar pukul 08.00, tidak berhasil dan tertangkap petugas pemeriksa ujian. Hingga akhirnya Setu digelandang Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unissula Amin Purnawan ke Mapolsek Genuk untuk dilaporkan.

    Amin menjelaskan dugaan Setu Abdul Hadi dalam melakukan praktik perjokian dimulai sejak awal. Bahkan, Setu diduga hadir saat pemberkasan dan pengambilan kartu ujian di kampus Unissula. ”Kalau melihat dari fotonya dia (Setu, Red) datang di Unissula. Tapi kayaknya dia tidak mengaku. Memang pendaftarannya secara online. Kalau pemberkasan dan pengambilan kartu ujian harus datang, karena peserta langsung difoto, kemudian di-print di kartu ujian,” ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (16/7) kemarin.

    Sedangkan pada pendaftaran tersebut, Satrio melampirkan berkas ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tahun pelajaran 2014/2015, lulusan SMA Santika Cipayung Jakarta Timur. Nama ijazah tercatat Satrio Purno Prabowo kelahiran Jakarta 6 Mei 1996 dengan orang tua atas nama Sugeng Puji Raharjo. Pada ijazah tersebut tertempel foto Satrio Purno Prabowo. Selain ijazah, dilampirkan berkas Kartu Tanda Penduduk dengan alamat Jalan Tanah Merdeka Desa Susukan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur.

    Berdasarkan penelusuruan Jawa Pos Radar Semarang, melalui Instagram milik Satrio Purno Prabowo terlihat sedang berfoto di beberapa daerah di Kota Semarang seperti halnya di depan Akpol Semarang yang diunggah 2 Juni 2017. Selain itu, terpampang foto Satrio berada di dalam lingkup Kampus Unissula Semarang yang diunggah pada tanggal yang sama, 2 Juni 2017.

    Menanggapi hal tersebut, Amin menduga pada saat pendaftaran di Unissula. Namun demikian, pihaknya tidak berani menyimpulkan, karena kasus ini telah diserahkan ke kepolisian dengan harapan bisa secepatnya terungkap. Amin menduga adanya jaringan perjokian ujian masuk perguruan tinggi.

    ”Rencananya orang tua dan anaknya akan dipanggil kepolisian. Informasi dari kepolisian seperti itu. Apakah dia ada hubungan secara langsung dengan Setu atau ada yang lain. Diduga, imbalan uang Rp 20 juta yang dijanjikan kepada Setu,” imbuhnya. (mha/ida/ce1)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top