• Berita Terkini

    Thursday, July 6, 2017

    Kamsudi: Orang Kebumen Masih Sibuk Cari Makan, Belum Bisa Apresiasi Seni

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Dunia seni tampaknya kurang berkembang di kabupaten berslogan Beriman ini. Setidaknya, hal itu bisa dilihat dari rendahnya apresiasi masyarakat terhadap kesenian.

    Kamsudi Merdeka (68), tokoh teater tersohor ibu kota asal Kebumen, mengatakan, apresiasi seni terkait dengan kemampuan ekonomi seseorang. Semakin mapan ekonomi seseorang, makin mampu mereka menghargai seni. Begitupun sebaliknya.

    Nah yang terjadi di Kebumen, menurut dia, adalah yang kedua. “Di Kebumen masyarakatnya masih bekerja keras untuk mencari penghidupan. Intelektualitas dan jiwa seni mereka terbunuh. Namun  ini pandangan saya dari luar lho ya,” tutur Kamsudi saat berkunjung ke Roemah Martha Tilaar (RMT) Gombong, Kamis (6/7/2017).

    Bagi Kamsudi , teater sebenarnya bukan sekedar hanya mainan pura-puraan semata. Teater  merupakan sebuah kegiatan yang memberikan peran besar dalam membentuk kepercayaan diri seseorang. Ini dilaksanakan dengan latihan yang serius dan ketat. “Dalam teater, seseorang dilatih untuk tampil dan mengungkapkan ekspresi. Itu dari sisi permukaannya saja,” terang Seniman yang pada tahun tahun 1975-1981 aktif menjadi pemain di kelompok Teater Mandiri yang digawangi Putu Wijaya itu.

    Berteater,lanjut Kamsudi, akan menambah wawasan. Ini disebabkan mau tidak mau, orang yang bergelut di teater harus banyak membaca agar mampu menghayati peran dan konteks cerita yang disampaikan.


    Peran teater juga sangat krusial dalam menjadi alternatif hiburan edukatif bagi masyarakat Kebumen. “Di kota-kota besar, khususnya Jakarta, teater dapat tumbuh subur. Penontonnya banyak, pemainnya pun bertambah. Di situ karena ada kebebasan berekspresi dan pesan-pesan yang hanya bisa ditunjukkan lewat pertunjukan,” paparnya.

    Dalam hal edukasi, peran hiburan pertunjukan juga sangat penting. Hal ini disebabkan mayoritas masyarakat enggan untuk mempelajari sesuatu, namun sangat menyukai hiburan pertunjukan.  Untuk itu kemasan hiburan menjadi edukasi menjadi sarana pembelajaran yang sangat efektif.

    “Banyak sekali pengetahuan masyarakat yang justru didapat dari sebuah hiburan atau pertunjukan. Bahkan orang-orang Jawa dapat mengenal sejarah justru melalui hiburan ketoprak. Dulu tidak semua orang bisa baca, mau tahu sejarah dari mana coba kalau tidak melalui tontonan,” ucapnya. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top