• Berita Terkini

    Sunday, July 30, 2017

    Bendera Raksasa Ditancap di Atas Bukit Curug Bajing Pekalongan

    MUHAMMAD HADIYAN
    PEKALONGAN - Bendera merah putih raksasa berukuran 15 meter x 10 meter ditancapkan oleh jajaran Anggota Kodim 0710 Pekalongan di dinding bukit Curug Bajing, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Minggu (30/7) dini hari. Dari ketinggian tebing, bendera raksasa itu tampak menyapa para pengunjung wisata alam air terjun bertingkat tersebut.

    Dandim 0710 Letkol Heri Bambang Wahyudi, menuturkan, aksi fantastis yang dilakukan jajarannya tersebut merupakan wujud penghargaan kepada para pejuangan kemerdekaan. Karena jasa mereka, Indonesia sekarang sudah 72 tahun merdeka. Hasil dari kemerdekaan hingga saat ini telah dirasakan oleh seluruh masyarakat, melalui berbagai kemajuan pembangunan.

    "Sudah sepatutnya kita memberikan penghormatan kepada para pejuang kita, nenek moyang kita, yang telah berjuang melawan penjajah, dan menjadikan Indonesia merdeka, dan sekarang sudah 72 tahun Indonesia merdeka. Ini merupakan bentuk dari upaya kita menghargai perjuangan para pahlawan," katanya.

    Usai penancapan bendera raksasa, Minggu pagi kemarin (30/7), dilakukan kirab merah putih dan ikrar merah putih di halaman parkir destinasi wisata Curug Bajing, yang diikuti ratusan orang, dari berbagai elemen, baik TNI, Polri, Resimen Mahasiswa, pelajar, mahasiswa Universitas Gajahmada, serta seluruh kalangan masyarakat.

    Bupati Pekalongan Asip Kholbihi juga turut hadir dalam kirab dan ikrar merah putih itu. Selain bupati, tampak pula Sekda Mukaromah Syakoer, serta jajaran Pemkab Pekalongan menyaksikan kegiatan kebangsaan tersebut. Dimulai dengan longmarch merah putih dari Kecamatan Petungkriyono menuju Curug Bajing, kemudian digelar upacara bendera, yang turut dihadiri komunitas, baik sepeda, mobil, maupun motor.

    "Melalui kegiatan ini, mari kita semua berikrar merah putih, kemudian saya meminta agar seluruh elemen masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita hoax, yang akhir-akhir ini marak di media sosial. Masyarakat harus bisa cerdas mencerna informasi, jangan mudah termakan isu hoax, dan bersama-sama menjaga NKRI," tegas Dandim.

    Pada kesempatan yang sama, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan bahwa Petungkriyono merupakan salah satu daerah bersejarah di Kabupaten Pekalongan. Karena sebagian wilayah yang kini menjadi destinasi pariwisata nasional itu, sebelumnya sempat menjadi daerah jajahan kolonial Belanda pada zaman penjajahan dulu. Hingga akhirnya, wilayah Petung dapat kembali direbut oleh para pejuang.

    "Hari ini kita semua bersyukur, bisa menikmati Petungkriyono dengan anugerah alam yang indah. Daerah ini kemudian merupakan satu-satunya paru-paru di Pulau Jawa, dan Petungkriyono sekarang telah dijadikan sebagai National Nature Heritage. Sehingga pembangunannya akan menjadi sebuah perioritas, lantaran merupakan destinasi unggulan daerah," pungkasnya. (yan)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top