• Berita Terkini

    Thursday, June 8, 2017

    Delapan Bangkai Rusa Ditemukan di Jalur Pendakian Lawu

    Foto Relawan Ceto
    CETHO – Delapan ekor hewan rusa dengan kondisi mengenaskan hanya tinggal tulang belulang saja ditemukan di jalur pendakian gunung lawu tepatnya di lokasi Gupakan Menjangan Jalur Cetho, Jenawi, Karanganyar.

    Ironisnya, delapan tulang belulang rusa tersebut diduga sengaja dibunuh oleh oknum tak bertangung jawab, dengan menggunakan momen puasa sebagai waktu untuk mendaki sekligus berburu hewan dengan khas bertanduk tersebut.

    Menurut salah satu relawan cetho (Reco), Eko Supardi Memora, saat dihubungi Radar Karanganyar, Kamis (8/6) malam mengungkapkan. Penemuan delapan bangkai tulang belulang Rusa tersebut diketahui setelah pihaknya bersama sejumlah relawan ceto, berjaga di pos pendakian Ceto, Jenawi, Jenawi, Rabu (7/6). Saat itu, tiba –tiba ada tiga orang pendaki yang mengabarkan, ia menemukan sejumlah tulang rusa serta tiga ekor kepala rusa yang tergeletak di dekat lokasi Gupakan Menjangan, diatas pos 5 jalur pendakian ceto. Dengan kondisi sudah diambil dagingnya serta dikuliti.

    Mendapati laporan tersebut, selanjutnya Eko bersama empat temannya yakni Dewangga, Tino, Cenil Wagimin, dan Agung, langsung berkemas dan menuju ke Gupakan Menjangan, untuk memastikan laporan tersebut. Alhasil, setelah melakukan pendakian selama kurang lebih 4 jam, Eko bersama temannya menemukan delapan bangkai tubuh Rusa dan tiga kepala yang sudah dipenggal. Dua kepala diduga berjenis kelamin betina dan satu berjenis kelamin jantan. Sedangkan lima lainnya sudah menghilang.

    “Setalah saya naik bersama empat teman saya, pas posisi di Gupakan Menjangan tersebut, kami awalnya menemukan enam bangkai dengan kondisi sudah dikuliti semua mas. Setelah kita lakukan pencarian lagi, kita temukan tiga kepala dan dua bangkai lagi, serta kulit rusa yang sudah dikelupas,” kata Eko.

    Saat ditanya posisi tulang rusa tersebut. Eko mengaku, bahwa tulang satu dengan yang lainnya posisinya berjarak sekitar 5 sampai 10 meter. Dan tumpukan kulit dalam posisi sudah dikumpulkan, sedangkan tiga kepala rusa ditemukan dengan posisi sudah dikemas menjadi satu.

    “Posisi saat kami temukan itu jaraknya skeitar 5 sampai 10 meter dari tulang satu ke tulang yang lainnya. Kalau untuk kulit yang sudah dikelupas, itu posisinya sudah dikumpulkan siap untuk dikemas. Kalau kepala itu satu lokasi. Kemungkinan lima kepala yang bertanduk itu sudah dibawa oleh oknum,” jelas Eko.

    Saat ditanya apakah pihaknya sudah melaporkan hal itu ke pihak yang berwajib. Eko mengku sampai saat ini relawan ceto belum melaporkan kajadian mengenaskan tersebut. Dan mereka (Relawan Ceto-red) memilih untuk mengubur tulang belulang, beserta kepala dan kulit tersebut didekat lokasi penemuan yakni di atas pos 5 jalur pendakian gunung lawu via cetho tepatnya di Gupakan Menjangan.

    “Belum kita laporkan mas, akan tetapi kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah ralawan ataupun penjaga pos pendikian gunung lawu. Menurut keterangan teman – teman, mereka tidak mengetahui hal tersebut dan tidak menemukan pendaki yang membawa senjata api,” paparnya.

    Sementara itu, saat ditanya apakah kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di jalur pendakian gunung lawu. Eko mengaku hal itu baru pertama kali dan belum pernah terjadi di kawasan gunung lawu.

    “ini baru pertama kali mas, ya mungkin biasanya mereka yang berburu itu masuk melalui jalur tikus, tidak mungkin mereka itu lewat dijalur resmi,” ungkapnya.
    Hal senada juga diungkapkan salah satu relawan ceto Sunardi yang tak lain merupakan salah satu anggota dari Lembaga Desa Masyarakat Hutan (LDMH). Pihaknya baru mengetahui setelah sejumlah relawan ceto turun gunung dan mengabarkan mereka usai mengubur tulang rusa yang diduga diburu.

    “Iya mas, tadi saya dengar hal itu, dan saat ini delapan bangkai tiga kepala serta kulit rusa itu sudah dikubur teman – teman relawan, tadi siang didekat lokasi penemuan,” kata Nardi. (rud)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top