• Berita Terkini

    Kamis, 01 Juni 2017

    Theo, Pengamen Berjuluk "Ebiet G Ade Asal Kebumen"

    saefur/ekspres
    Ajak Masyarakat Cintai Alam Lewat Lagu, Ingin Konser Bareng Ebiet


    Maryanto Theo Dharma Kelana (48). Bagi yang sering berada di seputaran alun-alun dan pusat Jajanan Jl Soetoyo Kebumen pasti mengenalnya. Suaranya merdu. Juga mengingatkan kita pada penyanyi lagu-lagu balada Indonesia, Ebiet G Ade. Hingga kemudian, Theo mendapat julukan "Ebiet G Ade" dari Kebumen.
    ----------------------------
    Saefur dan Cahyo, KEBUMEN
    ----------------------------
    PENAMPILAN Theo pun memiliki kemiripan dengan Ebiet lengkap dengan gitar dan topi pet. Lagu-lagu milik Ebiet G Ade pun selalu dibawakan. Bagi mereka yang menyukai musik balada khususnya Ebiet, Theo adalah wujud nyata di jalanan Kebumen.

    Pria yang memiliki nama asli Maryanto itu mengakui sangat mengidolakan Ebiet. Seluruh lagu Ebiet G Ade dia kuasai. Bahkan dia pernah bertemu langsung dengan sang idola pada tahun 2014 silam. "Dulu Om Ebit pernah kemari (Kebumen) namun bukan untuk konser hanya menemuiku. Itu tahun 2014, bertepatan dengan terjadinya letusan Gunung Kelud," ujar Theo ditemui Kebumen Ekspres, belum lama ini.

    Theo memang memiliki kebiasaan mulia. Setiap terjadi bencana yang besar, Theo selalu melakukan penggalangan dana dengan bernyanyi. Lantaran itu pula dia dapat bertemu dengan Ebiet.

    Musik mulai diakrabi Theo sejak bangku SMP, persisnya di tahun 1984. "Berawal dari lagu "Ayah" aku lantas ngefans berat pada Ebiet. Sampai sekarang, lagu favoritku ya Ayah itu," ujar pria kelahiran  24 November 1969 itu yang tinggal sendirian itu.

    Pria warga RT 2 RW 5  Dukuh Kesambi, Desa Karangsari Kecamatan Kebumen itu mengawali profesinya sebagai pengamen sejak tahun 1998. Saat itu, dia berpindah-pindah dari Jakarta bahkan sampai luar jawa. Itu pula yang membuatnya menggunakan nama Kelana. Di Kebumen sendiri, dimulai pada tahun 2003 sampai sekarang.

    Mengamen bagi Theo, tak sekedar untuk mencari uang. Lewat lagu-lagunya, Theo mengajak masyarakat untuk mencintai alam.

    "Membawakan lagu Ebiet yang sarat dengan lirik religiusnya, aku ingin mengajak manusia peduli alam.  Tapi kadang diacuhkan, dipandang rendah sebelah mata itu yang kadang merasa kecewa," ungkapnya.

    Theo sendiri sering didaulat untuk menyanyi di acara-acara resmi. Dan tentu saja, dia membawakan lagu Ebiet G Ade. Kalaupun ada cita-citanya yang belum kesampaian itu adalah menggelar konser bareng Ebiet di Kebumen. Sayangnya, hingga saat ini, Theo belum bisa merealisasikan mimpinya itu.

    "Kalau pinginku sih seorang Ebit bisa konser live langsung menghibur masyarakat Kebumen. Tapi sampai sekarang belum ada pihak yang mau mendukung. Aku juga siap kalau misalnya diminta nyanyiin semua album Ebit nonstop," tambah Theo yang juga bercita-cita membentuk komunitas pelestari lagu lagu Ebiet di Kebumen itu.

    Di mata para pecinta kesenian, Theo layak mendapat tempat untuk mempromosikan Kabupaten Kebumen lewat lagu-lagunya. Sayangnya, kiprahnya pun belum menarik Pemkab. Bahkan, Theo pernah terjaring razia petugas keamanan dan ketertiban. "Cerita Theo itu seperti baladanya penyanyi balada," ujar Rufi, salah satu warga yang kerap mendengarkan lagu-lagu Theo. (*)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top