• Berita Terkini

    Jumat, 05 Mei 2017

    Satu Keluarga di Tegal Keracunan Jamur

    YERRY NOVEL/RADAR SLAWI
    SLAWI - Satu keluarga terpaksa dirawat di klinik dan puskesmas karena keracunan setelah menyantap sayur jamur, kemarin. Satu keluarga ini berasal dari RT 10 RW 02 Desa Batu Agung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Korban antara lain, Solihin,58 (suami), Deri,54 (istri), Lilis Mukminatun,27 (anak), dan ketiga cucunya yakni Fitria Najwa,8, Rafi,10, serta Rafid,10.

    Keracunan massal itu bermula saat Deri membeli dua plastik jamur merang di Pasar Balapulang,? Senin (1/5) pagi. Jamur yang dibeli seharga Rp 7.000 itu kemudian disimpan lebih dulu di kulkas dan baru dimasak sayur Selasa (2/5). Sayur jamur tersebut kemudian ?disantap oleh Deri bersama suaminya, anaknya, serta ketiga cucunya untuk makan siang dan sore.? Malam harinya, cucunya, Rafi dan Rafid mengeluh pusing, sakit perut, dan muntah. Suhu tubuh kedua anak kembar itu juga meningkat dan mengalami diare.

    Gejala serupa juga dialami Lilis, Solihin, dan Deri keesokan harinya. Solihin bahkan sempat mengalami pingsan dan harus dirawat di klinik Hibatuloh, Harjawinangun. Sedangkan Rafi, dan Rafid sempat dilarikan ke Puskesmas Kalibakung, namun kemudian dirujuk ke Puskesmas Balapulang bersama Deri dan Lilis. Hingga kemarin, mereka masih dirawat karena kondisinya masih lemah.

    Kepala UPTD Puskesmas Balapulang, dr Joko Suyatno mengatakan, lima korban dibawa ke puskesmas Rabu (3/5) malam sekitar pukul 20.00. "Mereka mengalami muntah-muntah dan berak. Diduga karena keracunan jamur yang dimakan beberapa jam sebelumnya. Jenis jamurnya jamur merang," kata Joko, saat ditemui di meja kerjanya, Kamis (4/5).

    Menurut Joko, untuk memastikan penyebab keracunan, sampel jamur yang dimakan sudah diambil untuk diperiksa di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal. Dia menduga, kondisi jamur sudah terkontaminasi atau bisa juga pengolahannya yang tidak baik.

    "Tapi untuk pastinya nunggu hasil pengecekan di laboratorium," ucapnya.

    Joko menambahkan, para korban sudah diberikan penanganan untuk mencegah infeksi menyebar, kekurangan cairan, dan panas tinggi. Namun mereka masih belum diperbolehkan pulang. "Ini masih dirawat, belum pulang," ujarnya.

    Salah satu korban, Deri, mengaku mulai merasa pusing, mual, muntah-muntah, pada Rabu (3/5). "Sekarang masih. Ditambah diare," ucapnya.

    Menurut dia, jamur yang dibelinya, dalam kondisi baik sehingga tidak merasa khawatir akan menyebabkan keracunan. "Keluarga kami memang hobi makan sayur jamur," ujarnya.

    Sementara, Agus, ayah Najwa, mengaku bahwa anaknya memang sering makan sayur jamur. Namun baru kali ini mengalami keracunan.? "Setelah makan anak saya mengeluh perut sakit dan pusing, terus muntah-muntah," tukasnya. (yer)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top