• Berita Terkini

    Tuesday, March 28, 2017

    Tradisi Warga Boyolali, Potong Batang Mawar sebelum Ruwah

    TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI
    Supaya Panen Melimpah dan Harga Ikut Meroket


    Saat ini adalah waktu tepat bagi warga Musuk, Boyolali, memangkas batang bunga mawar. Harapannya, saat masuk bulan Ruwah (penanggalan Jawa), mereka bisa panen besar. Apalagi di bulan itulah, nilai jual mawar cukup membumbung tinggi.
    -------------------
    TRI WIDODO, Boyolali
    --------------------
    PANEN raya bunga mawar di Musuk biasa terjadi pada bulan Ruwah. Sebab, di bulan itu, banyak masyarakat yang melakukan ritual sadranan dan ziarah kubur. Tingginya kebutuhan mawar praktis ikut mendongkrak nilai jualnya.

    Nah, bagaimana cara warga Musuk bisa panen raya saat Ruwah? Ternyata cukup sederhana. Warga yang tinggal di Gunung Bibi, lereng Gunung Merapi ini punya tradisi memangkas batang-batang mawar. Harapannya, bunga mawar yang bermekaran kian banyak.

    ”Sekitar 55 hari setelah dipangkas, bunga mawar sudah mulai bermekaran. Jadi kalau dipotong batangnya sekaran, pas Ruwah nanti, panennya bisa banyak,” kata Hardi, 45, warga Dukuh Mlambong, Desa Sruni, Musuk kepada Radar Boyolali.

    Pemangkasan batang bisa dilakukan pendek-pendek atau panjang. Sesuaikan dengan hari panen raya. Jika waktu pemangkasan lebih awal, usahakan batang yang dipotong agak pendek. Begitu pula sebaliknya.

    Di Musuk, ada sejumlah desa yang menjadi sentra kebun mawar. Antara lain Desa Cluntang, Mriyan, Sruni, Ringinlarik, Kembangsari, dan Lanjaran. Bunga kebanyakan ditanam dengan sistem tumpang sari. Baik itu di lading maupun pekarangan rumah warga.

    Ada tiga jenis mawar yang dibudidaya. Yakni mawar merah, putih, dan merah muda. Paling terakhir biasa dijuluki kembang wangi karena aroma paling harum.

    Pemangkasan tiap jenis bunga mawar itu juga berbeda-beda. Mawar merah biasanya dipangkas pendek-pendek. Mawar merah muda dipangkas tinggi-tingi. Sedangkan mawar putih cukup dipangkas cabang-cabangnya saja. Biasanya pemangkasan mawar putih dilakukan paling akhir dari mawar lainnya. ”Mawar putih, biasanya 10 hari setelah memangkas mawar merah,” beber Hardi.

    Per keranjang, saat Ruwah, harga mawar bisa menyentuh Rp 100 ribu per keranjang. Selain untuk sadranan, mereka juga jadi pemasok kebutuhan bunga di Solo dan Jogja. ”Harga tak menentu. Bisa berubah-ubah dalam hitungan jam,” sambung Slamet, 55, warga Dukuh Mlambong lainnya. (*/fer)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top