• Berita Terkini

    Friday, March 17, 2017

    Soal Program Angkutan Gratis Warga Miskin, Pemkab Kebumen Dinilai Belum Siap

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Program angkutan gratis untuk warga miskin yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menuai keluhan. Setelah sebelumnya sopir angkutan mengeluh pembayarannya terlalu lama, kini keluhan muncul dari masyarakat yang menilai program tersebut belum tersosialisasikan dengan baik.

    Humas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kebumen, Ahmad Junaidi, menyampaikan, pihaknya sangat mendukung penuh program angkutan grastis bagi warga miskin. Namun demikian, seyogyanya hal itu dipersiapkan dengan matang.

    Soal kesan ketidaksiapan Pemkab pada program angkutan gratis bagi warga miskin, terlihat dari masih adanya temuan permasalahan di lapangan. Salah satunya, soal belum tersosialisasikannya program angkutan gratis itu dengan baik.


    Seperti yang terjadi di Kecamatan Klirong.Di wilayah tersebut masih dijumpai ada awak angkutan yang belum mengetahui adanya program angkutan gratis dari Pemkab Kebumen.

    "Ada salah satu siswa penerima kupon angkutan gratis naik angkutan. Saat ditarik ongkos, siswa ini menyerahkan kupon yang kemudian ditolak kenek angkutan," ujar Ahmad Junaidi, Kamis (17/3/2017).

    Selain kurangnya sosialisasi, menurut Junaidi percetakan karcis untuk warga juga masih sangat minim. “Untuk Klirong dari 120 bonggol, baru terdapat lima bonggol karcis saja untuk pelajar miskin. Angka 370 siswa dan warga jadi 120, karena ada pemotongan anggaran dari Rp 8 miliar menjadi Rp 4 miliar di tahun 2017,” paparnya.

    Kurangnya sosialisasi juga disampaikan oleh Ketua DPC Organda Kabupaten Kebumen Ir Ngadino. Hal itu terlihat dari masih minimnya masyarakat yang menggunakan program tersebut. Hal seperti itu mestinya tak terjadi, mengingat program ini sudah disosialisasikan sejak awal Maret 2017. Pihaknya pun berharap masyarakat yang memang mendapatkan program tersebut dapat memanfaatkannya.

    Pasalnya penyedia jasa angkutan sendiri juga diuntungkan dengan adanya program tersebut. “Bagi masyarakat dan penyedia jasa angkutan, program ini sangat bermanfaat. Kami berharap sosialisasi terus digencarkan,” paparnya.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Drs H Makemi MPd dikonfirmasi terpisah membantah masih kurangnya sosialisasi terkait program angkutan gratis. Maskhemi mengklaim, awak angkutan dipastikan sudah mengetahui program tersebut. Pasalnya, dalam program ini Pemkab menempelkan stiker pada Angkutan. "Sosialisasi juga telah dilaksanakan baik itu kepada masyarakat, organda, dan paguyuban sopir angkot," katanya.

    Terkait belum terpenuhinya kupon atau karcis bagi peserta program bantuan angkutan gratis, Maskhemi menjelaskan, memang tidak semua siswa miskin atau warga miskin mendapatkan karcis angkutan gratis. Pasalnya jatah perkecamatan hanya 123 siswa miskin dan 52 warga miskin. Setiap siswa miskin mendapatkan 50 kartu angkutan gratis.

    Menurutnya, kini semua siswa miskin yang terdata dalam 123 penerima karcis angkutan gratis telah menerima semua. Kendati demikian jumlahnya belum genap 50 karcis. Ini disebabkan hingga kini proses percetakan karcis masih berlangsung. "Tadi siang (Kamis 16 Maret_red) semua karcis untuk 123 siswa miskin telah diserahkan ke kecamatan. Jika ada yang belum dapat, harap bersabar sebentar, sambil menunggu pendistribusiannya," ucapnya, sembari menambahkan bagi yang sudah dapat, harap segera memanfaatkan, sedangkan yang belum, sabarlah sebentar, dalam waktu dekat pasti dapat. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top