• Berita Terkini

    Friday, March 10, 2017

    Jelang UNBK, Sekolah di Kebumen Gelisah Soal Listrik

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pasokan listrik masih menjadi kendala bagi sekolah yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pasalnya pasokan listrik dari PLN sewaktu-waktu bisa padam. Sehingga dapat mengganggu berjalannya ujian online tersebut.

    Kepala SMA Negeri 1 Kebumen Agus Sunaryo, menghimbau bagi sekolah yang akan menyelenggarakan UNBK harus mempersiapkan seoptimal mungkin. Yakni dengan cara menyediakan cadangan sumber daya listrik untuk keadaan darurat.

    "Seperti jenset dan UPS, sehingga jika listrik padam tidak menjadi kendala berarti. Pihak sekolah harus mempersiapkan sistem UNBK ini semaksimal mungkin," kata Agus Sunaryo, di Ratih TV Kebumen, kemarin.

    Agus Sunaryo, mengungkapkan di SMA Negeri 1 Kebumen sendiri sudah dua kali menyelenggarakan UNBK. Yaitu pada tahun lalu bersama SMA Negeri 1 Gombong.

    Data Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen, jumlah SMP/MTs di Kabupaten Kebumen yang siap menyelenggarakan UNBK tahun ini hanya 29 sekolah atau 13,4 persen. Sedangkan SMP/MTs yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) mencapai 176 sekolah.

    Sedangkan SMA/MA yang akan menyelenggarakan UNBK sebanyak 24 sekolah atau baru 48 persen. Adpun, SMA/MA yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) sebanyak 29 sekolah. Berbeda dengan SMP/MTs dan SMA/MA, seluruh SMK di Kabupaten Kebumen sudah siap mengikuti UNBK tahun ini.

    "Dari 64 SMK di Kebumen semuanya ikut UNBK," kata Kepala Dinas Pendidikan Kebumen, Ahmad Ujang Sugiyono.

    Ujang menjelaskan, diselenggarakannya UNBK untuk efisiensi anggaran. Karena kebutuhan anggaran untuk ujian nasional secara konvensional sangat besar. Sehingga dengan sistem UNBK anggaran bisa ditekan. Disamping itu integritas siswa dalam mengerjakan soal bisa lebih ditingkatkan karena soal terlebih dahulu harus diunduh melalui server online.

    "Kemudian didistribusikan melalui jaringan lokal (semi online). Sehingga dengan sistem priviliege berjenjang ini diharapkan kebocoran soal sudah tidak terjadi lagi," ungkapnya.

    Meski sistem UNBK sudah diberlakukan, namun bagi sekolah yang belum mampu mengikutinya masih bisa menyelenggarakan Ujian Nasional berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

    Adapun syarat bagi sekolah yang akan menyelenggarakan UNBK, sekolah diwajibkan menyediakan komputer yang jumlahnya sepertiga dari jumlah siswa yang mengikuti ujian. "Ditambah lagi sekolah tersebut harus mengikuti simulasi UNBK yang akan dilaksanakan Maret ini," tegasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top