• Berita Terkini

    Sunday, March 5, 2017

    Hasil Karya Siswa SMK Muhammadiyah Petanahan Bikin Kagum Bupati

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sekolah sambil bekerja, menjadi keinginan mayoritas para siswa. Pasalnya sudah menjadi rahasia umum bahwa, rata-rata seseorang bersekolah yakni bertujuan untuk bekerja. Sekolah sambil bekerja juga digagas oleh SMK Muhammadiyah Petanahan.

    Sekolah sambil bekerja dilaksanakan pada siswa SMK Muhammadiyah yang diasramakan. Di asrama itulah para siswa belajar berproduksi, sekaligus memasarkannya. Adapun beberapa kegiatan yang dilaksanakan meliputi, cetak sablon, gelas identitas, konstruksi, tralis, canopi, baja ringan, alumunium dan etalase. Selain itu terdapat pula kegiatan kaca film, sticker, CT sticker, banding, undangan dan lain sebagainya.

    “Bangunan lama PKU Muhammadiyah Petanahan akan kami gunakan untuk asrama siswa SMK Muhammadiyah Petanahan,” tutur, Kepala SMK Muhammadiyah Petanahan Firman Handoko SS, saat acara kunjungan  Bupati Kebumen H Mohammad Yahya Fuad SE, Minggu (5/3/2017).

    Pada kunjungan tersebut Bupati Yahya Fuad juga berpesan, agar semua siswa dan pegawai SMK Muhammadiyah Petahanan selalu bersemangat. Dengan modal semangat maka cita-cita yang diidam-idamkan dapat tercapai. “Semangat dan selalu semangat,” papar Bupati Fuad.

    Bupati juga mengagumi beberapa karya siswa SMK Muhammadiyah Petanahan, salah satunya gelas/mug (cangkir keramik) yang disablon. Beberapa pesan moral dan identitas, serta foto dapat dicetak pada gelas tersebut. “tadi saya melihat ada gelas yang bertuliskan, “Sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita  sholehah”, saya pun langsung membeli dua,” katanya.

    Firman Handoko SS menyampaikan, ke depan bangunan lama PKU Muhammadiyah yang berada di Jalan Laut Selatan nomor 38 Petanahan, akan digunakan untuk asrama para siswa SMK Muhammadiyah Petanahan. Bahkan untuk siswa yang menyandang yatim, piatu maupun yatim piatu dibebaskan biayanya. Selain bebas biaya para siswa juga akan mendapatkan  fasilitas serta makan. “Di sini siswa benar-benar diajari kewirausahaan,” jelasnya, didampingi bendahara SMK Kusbaniyah.

    Di asrama, lanjutnya, para siswa akan mendapatkan pendidikan agama (mengaji). Selain itu pengajaran di asrama juga akan dilakukan dengan lebih banyak praktik dari pada teori. Di asrama tersebut, juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung pengajaran. “Semua lengkap mulai dari alat las, komputer dan perlengkapan sablon,”  terangnya.

    Firman Handoko menambahkan, untuk gelas identitas, harga satu unitnya dibandrol Rp 25 ribu. Namun untuk pemesanan 50 gelas harganya Ro 20 ribu per unit. Sedangkan untuk pembelian 100 unit, harga satuannya hanya Rp 15 ribu,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top