• Berita Terkini

    Sunday, March 5, 2017

    Kampanyekan Lingkungan, Komunitas Pendaki Gelar Aksi Bersih-bersih Sampah

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Gerakan melestarikan alam bisa dimulai dari hal kecil, seperti membuang sampah misalnya. Sayangnya, hingga saat ini kesadaran membuang sampah tersebut masih rendah bila tak ingin disebut memprihatinkan.

    Berangkat dari kerpihatinan itulah, sekelompok anak muda yang tergabung dalam #Pendaki Indonesia Korwil Kebumen melakukan aksi bersih-bersih alun-alun dan pantai Bocor Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan sekaligus dalam rangka memeringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari.

    Pelaksana harian #Pendaki Indonesia Korwil Kebumen, Saryono menyampaikan, aksi bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Februari lalu dan diikuti oleh sejumlah komunitas atau Mapala dan Sispala dari sekolah dan kampus di Kebumen.

    Antara lain, Mapala “Trabas” STIE” Putra bangsa, Mapala “ Palasigo” Stikes Muhammadiyah Gombong, Mapala “Mata Jala” UMNU, Mapala IAINU, UPL UMNU, Gaspala SMA 2 Kebumen dan Komunitas Keparat (Kebumen Punya Anak Rantau) serta KSC (Kebumen Social Care).

    "Kita memilih lokasi aksi pungut sampah di Pantai dan di alun alun karena bagi kita tidak pernah membatasi semangat melestarikan alam. Meski kita tergabung dalam komunitas pendaki, kepedulian terhadap pantai dan lingkungan sekalipun harus tetap terjaga,"ujar Saryono.

    Kegiatan semacam ini, dia berharap, bisa terus dilakukan di berbagai tempat oleh berbagai elemen masyarakat guna kelestarian dan keindahan alam. Salah satunya, menanamkan kesadaran akan pentingnya membuang sampah di tempat yang masih sangat minim.

    "Kita juga berharap kepada pemkab kebumen atau dinas terkait untuk lebih banyak menyediakan Tempat sampah. Jika dilihat misalkan di kawasan alun alun kebumen jumlah tempat sampah yang tersedia berbanding terbalik dengan jumlah pedagang atau pengunjung. Jika setiap pengunjung membuang 1 sampah saja maka tempat sampah yang ada tidak akan mampu memuat sampah tersebut," harapnya. (*)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top