• Berita Terkini

    Monday, February 27, 2017

    Talud Ambrol, Timpa Balaidesa Curug Muncar Pekalongan

    TRIYONO
    PETUNGKRIYONO - Lataran kerap diguyur hujan deras di pemukiman wilayah dataran tinggi, bencana alam tanah longsor terus menginta warga sekitar. Seperti yang telah terjadi di Desa Curug Muncar, Kecamatan Petungkriyono, Minggu (26/2) sore kemarin.

    Akibat pondasi talud ambrol, bangunan Balaidesa Curug Muncar, Petungkriyono yang tertimpa ikut ambruk lantaran tidak kuat menahan material tanah. Tak hanya itu saja, jendela balaidesa, tembok area parkir dan tempat mainan untuk anak-anak PAUD juga ikut rusak tertimpa.

    Informasi diketahui, peristiwa itu terjadi skeira pukul 16.00 yang sebelumnya wilayah setempat diguyur hujan deras berjam-jam. Namun lantaran talud yang tak kuat menahan tanah ditambah dengan aliran air yang membuat berat akhirnya pondasi yang disekitar Gedung Balaidesa Curug Muncar Ambrol hingga menimpa tembok setempatnya. Akibatnya jendela balaidesa mengalami rusak, untuk bagian tempat parkir depan balaidesa juga ikut rusak total.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko ketika dikonfirmasi membenarkan akan bencana tersebut. Menurutnya, akibat hujan deras membuat juga membuat Kantin i area wisata alam Curug Muncar tertimpa pohon pinus, selain itu rumah warga, Casdi dan Balaidesa Curug Muncar ambrol akibat tertimpa talud. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

    "Akibat hujan bencana ada di tiga titig, yaitu menimpa rumah warga dan bangunan Balaidesa Curug Muncar dengan pondasi tanah yang longsor menimpa jendela. Peristiwa terjadi karena sebelumnya pukul 14.00 diguyur hujan deras," terangnya.

    Sementara Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP Aries Tri Hartanto menambahkan dari hasil cek lokasi anggota Polsek Petungkriyono, selain disebabkan karena curah hujan tinggi sehingga air yang mengalir pada saringan pintu air yang menjadi Pembangkit Listrik (PLTA) meluap atau luber. Sehingga mengakibatkan pondasi tanggul yang ada dibelakang balae desa longsor dan mengenai bangunan tersebut.

    "Atas kejadian tersebut untuk kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 20.000.000," ungkapnya.

    Seperti diketahui sebelumnya, intensitas hujan yang masih tinggi membuat warga di Desa Curugmuncar dan Songgodadi, Kecamatan Petungkriyono, ketar-ketir. Selain potensi tebing longsor dan menutup badan jalan, saluran air
    menuju ke turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Curugmuncar juga rawan diterjang longsor. Sebab, saluran air ini berada di lereng Bukit yang curam dan labil.

    Perangkat Desa Curugmuncar, Cahyadi, Selasa (21/2), menuturkan, selama musim hujan kali ini, saluran air untuk suplai energi penggerak turbin PLTMH Curugmuncar sudah satu kali diterjang longsor. Namun, lanjut dia, saluran air yang longsor itu masih bisa diatasi secara darurat oleh warga desa setempat dengan mengggunakan papan.(yon)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top