• Berita Terkini

    Monday, January 23, 2017

    Pemilik Lokasi Temuan Wajan Raksasa Dapat Penghargaan

    PURWOREJO-Widodo Hadi Pranoto (51), pemilik lokasi temuan wajan raksasa di Kutoarjo, mendapat surat penghargaan dan tali asih senilai Rp 4,5 juta dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Penghargaan itu diserahkan oleh Wakil Bupati Yuli Hastuti di Ruang Bagelen, kemarin.

    Kepala Tata Usaha BPCB Jawa Tengah Siti Rohyani yang mewakili Kepala BPCB Jawa Tengah mengatakan, wajan raksasa memang belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Namun, penetapan sebagai cagar budaya juga bisa dilakukan oleh bupati yang mana akan mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)."Purworejo sudah memiliki TACB dan penetapan sebagai cagar budaya ini bisa dilakukan oleh Bupati. Tinggal bagaimana nanti TACB memberikan rekomendasi," kata Siti.

    Disampaikan jika wajan raksasa itu sendiri merupakan salah satu alat untuk usaha rumah tangga seperti pabrik. Dipastikan jika wajan itu telah ada setelah tahun 1900-an dimana waktu itu di Purworejo pernah ada sebuah pabrik sabun. "Zat yang ditemukan tertempel dari hasil laboratorium yang dilakukan di Borobudur ada zat gondurokum. Skala usahanya tidak terlalu besar karena hanya sebatas industri rumah tangga," imbuh Siti.

    Disinggung soal penyimpanan, Siti menyerahkan ke TACB Purworejo. Hanya dirinya memastikan jika penyimpanan wajan itu haruslah di tempat yang tidak terpapar langsung oleh sinar matahari dan hujan. "Benda yang pernah terpendam dalam tanah, tidak bisa disimpan di tempat yang terbuka. Sehingga nantinya disimpan di tempat yang terhindar dari hujan dan matahari," tambahnya.

    Adapun langkah konservasi wajan, Siti mengatakan memang akan diusahakan kesana. Hanya perlu dilakukan pengkajian terlebih dahulu bahan yang akan digunakan agar proses konservasinya berjalan sesuai harapan.

    Sementara itu, Widodo mengatakan, tidak ada rasa keberatan pada dirinya atas nominal yang diberikan. Widodo menganggap jika hal itu bukanlah sebuah pembelian namun sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah. "Kalau kami melihat nilai uang, berarti ada jual beli disitu dan komersial. Kami ikhlas, benda itu dirawat oleh pemerintah," tambahnya.
    Hanya saja, Widodo sedikit menyesalkan melihat kondisi terakhir wajan raksasa yang tak lagi utuh seperti saat ditemukan. Kondisinya retak karena kelalaian saat dilakukan pemindahan dari lokasi ke Museum Tosan Aji Purworejo."Kuping menjadi pelengkap namun sekarang tidak lagi lengkap karena patah. Kami menyayangkan saat dipindahkan kesannya terburu-buru dan kurang hati-hati," katanya. (ndi)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top