• Berita Terkini

    Friday, January 20, 2017

    Jembatan Sungai Serang Boyolali Putus

    TRI WIDODO/RASO
    BOYOLALI – Aktivitas ratusan warga di Desa Bandung dan Desa Kedungpilang, Kecamatan Wonosegoro terganggu. Jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut terputus, Jumat (20/1). Warga harus memutar sejauh 10 kilometer ketika hendak keluar desa.

    Fisik jembatan yang dibangun 1995 itu masih kukuh. Namun, talut di sisi tepi barat tak mampu bertahan ketika aliran anak Sungai Serang ini meluap setelah hujan deras mengguyur desa setempat sejak Kamis malam (19/1).

    Enam meter, dari 25 meter total panjang jembatan ambruk. “Bandung Kulon ini ada beberapa RT. Yang RT 03 berada di barat sungai. Jembatan ini menjadi satu-satunya akses ke RT lainnya,” ujar M. Zuhri, 43, warga setempat. “Yang saya khawatirkan kalau ada kematian. Mau dimakamkan di mana? Karena makamnya di sana (sisi barat jembatan, Red),” imbuh dia.

    Warga Dukuh Cengklik Siamat berharap jembatan yang ambruk segera diperbaiki. “Saya kasihan dengan anak-anak sekolah. Mereka harus memutar sejauh 10 kilometer,” ungkapnya.

    Camat Wonosegoro, Hari Haryanto menjelaskan, sebagai solusi sementara, rencana dibangun jembatan darurat. “Secepatnya, warga bakal membuat jembatan darurat,” tandas dia.Peristiwa tersebut juga telah dilaporkan ke Pemkab Boyolali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hari berharap tim BPBD segera melakukan pengecekan. Imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan disampaikan mengingat potensi hujan deras akan terus terjadi hingga bulan depan.

    “Yang penting tetap waspada, jika ada bencana segera melaporkan ke perangkat atau kades setempat,” pinta Hari.

    Kapolsek Wonosegoro AKP Wahidin memastikan tidak ada korban pada peristiwa tersebut. Anggotanya langsung dikerahkan guna memastikan kondisi warga sekaligus melakukan pendataan. “Diperkirakan kerugian mencapai Rp 150 juta,” kata Wahidin.

    Pantauan Jawa Pos Radar Boyolali, sore kemarin warga bergerombol di bibir jembatan yang masih tersisa 19 meter. Aktivitas tersebut cukup membahayakan mengingat arus sungai masih deras. (wid/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top