• Berita Terkini

    Wednesday, December 28, 2016

    Suasana Haru Iringi Pemakaman Korban Pulomas di Purbalingga

    cahyo/radarmas
    PURBALINGGA - Suasana duka menyelimuti keluarga almarhum Tasroh (37), korban pembunuhan di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur sejak Selasa (27/12) pagi di Dusun Gunung Malang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Kesediahan masik terasa saat jenazah korban tiba di rumah duka Rabu (28/12) siang. Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman jenazah di pemakaman umum desa setempat sekitar pukul 11.00.

    Korban meninggalkan seorang istri, Indah Trimaningsih dan seorang anak berusia 8 tahun. Kepada wartawan, Indah Trimaningsih mengungkapkan, kenangan pergi ke Ancol Minggu (25/12) lalu menjadi kenangan terakhir bersama suami tercinta.

    Dia mengaatakan, almarhum suaminya sudah bekerja dua tahun sebagai supir keluarga di rumah Dodi Triono. “Saya anak dan suami pergi ke Ancol. Jalan- jalan karena ajakan almarhum dan refreshing. Bahkan pada hari yang sama kami juga diajak mampir ke rumah bos suami saya. Namun ketika malam saya pulang ke kerabat di Jakarta,” ungkapnya terbata.

    Senin siang (26/12) Indah mengaku masih melakukan kontak melalui ponsel suaminya. Hanya saja pada petang sekitar pukul 17.00, ponsel suaminya tidak bisa dihubungi lagi. "Tak ada pikiran macam-macam karena saya kira sedang ada kesibukan bersama Bos Dodi. Hingga sampai pagi sekira pukul 04.00 saya terjaga dari tidur, tetap tak ada kontak suami saya. Saya lalu memutuskan pergi ke rumah Pak Dodi sekitar pukul 09.00 pagi harinya,” tambahnya.

    Ketika sampai di rumah itu, dia kaget karena sudah banyak polisi. Hingga akhirnya diketahui suaminya meninggal ditemukan di dalam kamar mandi rumah majikannya itu. "Suami saya juga tidak pernah bilang jika sedang ada masalah. Karena memang tidak ada masalah dan semua berjalan wajar," ujarnya.

    Indah, juga mengakui suaminya tidak pernah ada masalah dengan sesama rekan atau mitra kerja di rumah almarhum Dodi. Termasuk almarhum dengan Bos Dodi. Dia meyakini itu karena selama ini bos Dodi juga selalu baik pada pekerja atau karyawannya.

    Sembari berkaca, dia kembali mengingat suaminya sebagai sosok ayah yang baik. Bahkan sesibuk apapun sempat pulang ke rumah Purbalingga.  Dia saat ini harus sendiri mengurus anaknya yang sudah berusia 8 tahun dan melanjutkan perjuangan atau cita- cita suaminya untuk terus berkarya demi keluarga.(amr/acd)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top