• Berita Terkini

    Friday, November 18, 2016

    Ratusan Rumah di Kebumen Terendam Banjir

    BPBD FOR EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Kebumen dikepung bencana, Jumat (18/11/2016). Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut, namun bencana banjir membuat ratusan Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi sementara. Selain itu, para petani di wilayah terdampak bencana dipastikan mengalami kerugian dan sejumlah fasilitas umum (fasum) terendam.

    Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen menyebutkan, bencana banjir dan longsor meliputi sejumlah desa di dua kecamatan di Kebumen bagian barat. Masing-masing Kecamatan Ayah dan Rowokele. Adapun desa terdampak, Desa Kedungweru, Demangsari dan Bulurejo Kecamatan Ayah. Sementara di Rowokele, banjir terparah terjadi di Bumi Agung.

    Di Desa Bulurejo Kecamatan Ayah dilaporkan banjir merendam 7 RT yang berada di dua RW masing-masing RW II dan RW III. Total ada 293 rumah (KK) dengan 1.172 jiwa yang terdampak banjir.

    Kasie Kedaruratan pada BPBD Kebumen, Arif Rahmadi SSos, Jumat mengatakan, banjir merendam perumahan dan lahan pesawahan di Desa Kedungweru, Demangsari dan Bulurejo Kecamatan Ayah. Tingginya intensitas hujan membuat sejumlah warga harus mengungsi menyusul rumah mereka kemasukan air yang mencapai ketinggian hingga 50 cm. Air baru surut menjelang sore sekitar pukul 17.45 WIB dan warga kembali pulang ke rumah.

    Baca juga:
    (Terowongan Ijo Banjir, Perjalanan 11 Kereta Api Terganggu)

    "Banjir disebabkan jebolnya tanggul di Desa Karangpetir, Gumelar Kidul dan Gebangsari Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas. Selain itu, banjir juga dipicu limpasan air di daerah hulu serta Pintu Air di Desa Kedungweru tertutup material sampah. Untuk mengatasi banjir, Balai Besar Wilayah Sungai telah menerjunkan alat berat guna mengevakuasi material sampah di pintu air. BBWS Serayu Opak Yogyakarta dan PPK Sungai Pantai I BBWS SO sdh berada dilokasi unt melakukan kajian," katanya.

    Selain itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Rowokele. Banjir cukup parah terjadi di Desa Bumiagung Rowokele bahkan sempat merendam  Terowongan Ijo hingga terowongan legendaris yang berada di wilayah tersebut sempat tidak dapat dilalui oleh kereta api. (cah/saefur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top