• Berita Terkini

    Friday, November 18, 2016

    Terowongan Ijo Banjir, Perjalanan 11 Kereta Api Terganggu

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kebumen, Kamis (17/11/2016) sore hingga malam menyebabkan Terowongan Ijo direndam banjir. Terowongan legendaris yang berada di Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele itu sempat tidak dapat dilalui oleh kereta api.

    Banjir yang masuk ke dalam terowongan menggenangi rel sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar lima centimeter.Tak hanya tergenang banjir, di tempat yang sama juga terjadi tanah longsor. Material longsoran tersebut hingga menutup selokan.

    Akibatnya sebanyak 11 kereta api mengalami keterlambatan akibat banjir dan longsoran yang terjadi antara Stasiun Gombong,dan Stasiun Sumpiuh, itu. "Lokasinya di Km 423+5/3 tebing longsor menutup selokan sehingga air menggenangi rel sepanjang 200 meter dan tinggi 5 centimeter," kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5  Ixfan Hendriwintoko, Jumat (18/11).

    Sementara di Km 423+1, kata dia, longsoran dari tebing menutup saluran air sehingga airnya terjadi genangan setinggi 20 centimeter dari kop rel. Material longsoran yang menutupi rel di sekitar Km 423+1 sepanjang 20 meter. Selain itu, lanjut dia, material longsoran juga terjadi di sekitar Km 423+4/5 sepanjang 10 meter dengan ketebalan sekitar 40 centimeter.

    Menurutnya, lokasi yang terkena longsoran selesai ditangani pada pukul 23.15 WIB. Sehingga dapat dilalui dengan aman oleh 11 KA yang sempat tertahan di sejumlah stasiun meski harus berjalan dengan kecepatan 5 kilometer per jam.

    Sebelas KA yang mengalami keterlambatan karena tertahan di sejumlah stasiun selama penanganan kejadian itu terdiri atas KA Gajahwong relasi Lempuyangan-Pasarsenen, KA Senja Utama Solo relasi Solobalapan-Pasarsenen, KA Kahuripan relasi Kediri-Kiaracondong.

    Kemudian KA Jaka Tingkir relasi Purwosari-Pasarsenen, KA Taksaka Malam relasi Yogyakarta-Gambir, KA Lodaya relasi Solobalapan-Bandung, KA Malabar relasi Bandung-Malang. KA Argo Dwipangga relasi Solobalapan-Gambir, KA Turangga relasi Surabayagubeng-Bandung, KA Gajayana relasi Malang-Gambir, dan KA Bima relasi Gambir-Malang.

    Dia memaparkan berdasarkan pantauan pada pukul 22.46 WIB, KA Gajahwong di Stasiun Gombong (lambat 149 menit), KA Senja Utama Solo di Stasiun Gombong (lambat 130 menit), KA Kahuripan di Stasiun Karanganyar (lambat 116 menit), KA Jaka Tingkir di Stasiun Karanganyar (lambat 93 menit).

    Selanjutnya, KA Taksaka Malam di Stasiun Sruweng (lambat 79 menit), KA Lodaya di Stasiun Soka (lambat 70 menit), KA Malabar di Stasiun Tambak (lambat 57 menit), KA Gajayana di Stasiun Kebumen (lambat 50 menit), KA Turangga di Stasiun Wonosari (lambat sembilan menit).

    Selain itu KA Argo Dwipangga di Stasiun Kebumen (lambat 29 menit), dan KA Bima di Stasiun Sumpiuh (lambat 18 menit). Sebelumnya, kata Ixfan, KA Sawunggalih Malam relasi Kutoarjo-Pasarsenen sempat tertahan di Stasiun Ijo sejak pukul 21.30 WIB akibat genangan air di Km 423+5/3 dan kemudian surut pada pukul 22.05 WIB.

    "Kami atas nama PT KAI (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang KA atas keterlambatan perjalanan kereta api karena adanya penanganan longsoran. Hal ini demi keselamatan keselamatan perjalanan kereta api," bebernya.

    Ixfan menambahkan, Terowongan Ijo merupakan salah satu titik rawan longsor yang masuk dalam pengawasan. Di lokasi ini telah ditempatkan petugas penjaga untuk memantau situasi dan kondisi jalur, terutama saat hujan.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top