• Berita Terkini

    Sabtu, 19 November 2016

    Pengakuan Bocah SD Korban Pencabulan ini Sungguh Bikin Shock

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Mencuatnya kasus tindak asusila yang dilakukan seorang siswa kelas V SD sebut saja Tole, kepada adik kelasnya, Cempluk, di Kecamatan Buluspesantren tampaknya menjadi "tamparan" keras bagi dunia pendidikan khususnya di Kebumen. Bagaimana tidak. Ternyata, apa yang terjadi pada dua bocah itu tak seperti dibayangkan sebelumnya.

    Belakangan terungkap, kedua bocah sebut ternyata selama ini sudah melakukan hubungan layaknya suami isteri. Yang mencengangkan, terkuaknya "hubungan asmara terlarang" itu keluar dari mulut korban sendiri.

    Kepada gurunya, korban mengaku dengan polosnya sudah melakukan hubungan badan beberapa kali. Pengakuan Cempluk itupun membuat gurunya kaget. Apalagi, pengakuan itu terungkap secara tak sengaja.

    Berawal saat pihak sekolah Tole dan Cempluk menggelar studi tour ke Yogyakarta belum lama ini. Saat itu, Cempluk tidak ikut berangkat karena satu alasan. Yang mengherankan, saat siswa lain mengumpulkan tugas berupa laporan dari hasil study tour itu, Cempluk ikut mengumpulkan.

    Rasa heran itu berubah menjadi kaget setengah mati bagi gurunya. Pasalnya, Cempluk memberikan laporan yang tak lazim. Dalam laporan itu, Cempluk malah menuliskan kisah asmara terlarangnya bersama dengan Tole. Antara lain dia menuliskan telah menonton film, oral seks dan berhubungan badan. Hal itu ditulisnya dengan lengkap. Sudah barang tentu, guru yang membaca laporan Cempluk shock.

    Baca juga:
    ("Mendem Film Saru", Bocah Kelas V SD Cabuli Adik Kelas)

    Akhirnya, pihak sekolah berinisiatif memanggil Cempluk untuk mengklarifikasi "laporan tak lazim" tersebut. Kepada gurunya, Cempluk awalnya sempat mengelak. Namun belakangan dia mengakui telah beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami isteri dengan Tole.

    Menindaklanjuti "ocehan" Cempluk, pihak sekolah lantas memanggil Tole. Saat dikonfrontir mengenai pengakuan Cempluk, Tole kekeuh tak mengakui telah berhubungan selayaknya suami isteri dengan Cempluk. Dia mengaku "hanya" melakukan perbuatan oral seks, dan tidak sampai berhubungan badan.

    Dikonfirmasi terpisah,  Kepala UPTD Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Buluspesantren Sururudin SPd mengaku sudah mendapat laporan soal adanya kejadian yang menimpa Tole dan Cempluk. Dari informasi yang ia terima, Tole memang sudah cukup umur. Meski masih duduk di kelas V, Tole seharusnya sudah duduk di bangku SMA. Sementara, Cempluk dikenal sebagai siswa yang mengalami keterbelakangan mental.

    Apapun, Sururudin pun mengaku sangat prihatin dengan adanya kejadian ini. Sururudin pun menghimbau kepada para kepala sekolah untuk lebih dekat lagi dengan para guru dan murid. Guru agama,  juga penting melakukan pembelajaran tentang larangan berbuat seperti itu. "Saya harap tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi, seperti memanas-manasi keluarga Cempluk maupun yang lainnya. Hal ini agar suasana tidak semakin keruh," tegasnya.

    Perkembangan terakhir, Sururudin mengatakan, akibat kejadian itu pihak keluarga Cempluk meminta surat pindah. Adapun pihak sekolah akan segera mempertemukan kedua wali dari kedua siswa tersebut. Hal ini dilakukan untuk menangani adanya kasus pencabulan yang dilaksanakan oleh siswanya. "Besok pagi rencananya, pihak sekolah akan kedua wali murid tersebut," kata Sururudin.

    Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswa pria sebut saja Tole dan masih duduk di kelas v SD, melakukan pelecehan seksual kepada adik kelasnya, sebut saja Cempluk yang masih duduk di kelas III SD. Peristiwa itu terjadi pada 4 November lalu. Namun, peristiwa ini tak dilaporkan ke pihak-pihak terkait. Pihak keluarga baik korban maupun pelaku memilih menempuh jalur kekeluargaaan.  (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top