• Berita Terkini

    Friday, October 28, 2016

    Siswa SDIT Ibnu Abbas Dikenalkan Robotik


    imam/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Meski masih tergolong anak-anak, namun para siswa SDIT Ibnu Abbas sudah dikenalkan dengan robotik (membuat robot sederhana). Meski pelajaran itu baru masuk dalam ekstrakurikuler itu, namun diharapkan mampu untuk memfasilitasi para siswa dari cepatnya perkembangan teknologi.

    Ekstrakurikuler robotik mendapat sambutan yang hangat dari para siswa. Dengan senang hari para siswa SDIT Ibnu Abbas semangat mengikuti pelajaran robotik. Para siswa juga dengan memamerkan robot-robotnya pada acara Exhibition Day, Jumat  (28/10/2016) di halaman sekolah tersebut.  Adapun beberapa robot yang dipamerkan yakni robot mekanik berjalan, mobil menari dan robot sikat.

    Kepala SDIT Ibnu Abbas Murniatun SPd SD  melalui ketua panitia Yanti Stiasih SPd mengatakan, pelaksanaan Exhibition Day menjadi ajang bagi para siswa untuk menampilkan kreativitasnya. Siswa mulai dari kelas 1 hingga 6, akan unjuk kebolehannya masing-masing.  “Dalam acara ini kami juga mengundang para wali murid untuk turut serta menyaksikan kreativitas putranya masing-masing,” tuturnya.

    Beberapa kegiatan ekstrakurikuler di SDIT Ibnu Abbas lanjutnya,  yakni  robotik, jurnalistik, taekwondo, karate, hasta karya, nasyid dan seni lukis. Anak –anak bebas memilih sesuai dengan telentanya masing-masing. Kendati demikian untuk pelajaran robotik, tidak semua siswa dapat mengikutinya, siswa yang akan mengikuti terlebih dahulu harus mengikuti seleksi. “Untuk robotik memang ada seleksi terlebih dahulu,” paparnya.

    Pengampu materi robotik Luli Setiawan ST mengatakan, untuk materi robotik diikuti oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Untuk kelas 1 sampai 4 para siswa  dikenalkan dengan mekanik robotik. Para siswa akan mampu merangkai robot secara mekanik tanpa pemrograman. “Untuk kelas 5 dan 6 sudah, sudah kami kenalkan dengan pemrograman,” paparnya.

    Dijelaskannya, pada robot yang sudah menggunakan program, maka terdapat “otak robot”. Ini harus diinstal sesuai dengan perintah yang diinginkan. “Kami menggunakan program sederhana, misalnya para siswa memasukan program belok kanan, belok kiri, jalan lurus dan lain sebagainya,” ucapnya, sembari menambahkan, jika di SD sudah mengenal robotik, diharapkan akan merangsang kreativitas para siswa untuk membuat robot-robot sederhana. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top