• Berita Terkini

    Tuesday, October 11, 2016

    Kereta Semicepat Digarap, Purwokerto-Jakarta Cukup Dua Jam

    ilustrasi
    JAKARTA- Rencana pengembangan kereta semicepat Jakarta-Surabaya segera terealisasi. Proyek tersebut masuk ke dalam salah satu bahasan yang dibicarakan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dengan pemerintah Jepang. Rencananya, awal 2017 proyek prestisius itu mulai digarap bersama oleh kedua negara.


    Hitung-hitungan investasi sudah dibuat. "Nilainya cukup besar. Saya kira bisa berkisar hampir 2,5-3 miliar dolar (Rp 32-39 triliun)," terang Luhut di kompleks Istana Kepresidenan kemarin (11/10).

    Indonesia mematok target kereta itu bisa melaju dengan kecepatan maksimal hingga 200 km per jam. Selama ini, jalur KA Jakarta-Surabaya sejauh 800 km ditempuh dalam waktu sembilan jam mengunakan KA Eksekutif. Bila KA semicepat itu terwujud, maka waktu tempuh bisa dipangkas menjadi 5-6 jam.
    Dengan begitu, jarak Purwokerto-Jakarta sejauh 375 km yang biasanya ditempuh selama 5 jam, maka jika menggunakan kereta semicepat cukup 2 jam saja.
    Lebih jauh lagi, meski tidak memastikan, Luhut sudah mengisyaratkan bahwa Jepang yang akan menggarap proyek tersebut.
    Jepang tertarik untuk menggarap, salah satunya karena pengerjaan proyek itu tidak terlampau rumit. Tidak perlu membuat jalur baru, namun cukup dengan merevitalisasi jalur yang sudah ada. Termasuk di dalamnya memperkuat bantalan rel dan menutup seluruh pintu perlintasan. Sekitar 1.000 perlintasan itu akan dibuatkan underpass.

    Luhut menjelaskan, Jepang berencana melakukan joint studies dengan Indonesia sebagai persiapan menggarap proyek itu. Di dalam negeri, Luhut menyatakan bakal berbicara lebih lanjut dengan menteri BUMN Rini Soemarno.

    Disinggung mengenai pelaksanaan joint studies tersebut, Luhut memperkirakan bakal berlangsung secpatnya. Apalagi proyek tersebut sudah ditunggu masyarakat. "Studi bersama kita harap mulai 1 November. Kuartal pertama (2017) kita harap sudah selesai," lanjutnya.

    Disinggung mengenai gambaran spesifikasi yang diinginkan, Luhut menyatakan belum bisa menjelaskan. "Ini kan masih preliminary dari studinya," tutur mantan Menkopolhukam itu.
    Yang jelas, kecepatan yang diinginkan Indonesia adalah 200 kilometer per jam sehingga bisa memangkas waktu tempuh.

    Selama ini, jalur KA Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu sembilan jam mengunakan KA Eksekutif. Bila KA semicepat itu terwujud, maka waktu tempuh bisa dipangkas menjadi 5-6 jam. "Dampak ekonominya bagus buat kita, dengan hanya 5-6 jam Jakarta-Surabaya," tuturnya.
    Sementara, untuk pembiayaan sendiri, belum diputuskan apakah menggunakan skema dana pemerintah atau mengundang investor swasta untuk menggarap.

    Di bagian lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pihaknya masih menunggu proposal dari investor. Dalam proposal itu barulah Kemenhub  bisa mendapat gambaran detail akan seperti apa proyek yang diusulkan. Termasuk juga proyeksi tarif yang akan diberlakukan bila kereta tersebut terwujud.

    Dengan proyeksi kecepatan dan pengurangan waktu tempuh, Budi mengakui kalau proyek itu sangat menarik. "Kalau tarifnya kompetitif dan waktunya cukup bagus, mungkin ini akan jadi pilihan juga (oleh konsumen)," ujarnya.
    Dari sisi kenyamanan misalnya, konsumen cenderung lebih suka tidur di KA dengan durasi tidak terlalu lama.

    Yang jelas, Kemenhub berharap proyek itu nantinya tidak perlu menggunakan APBN. "Biar swasta masuk, kita harapkan begitu," lanjutnya. (byu)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top