• Berita Terkini

    Wednesday, October 12, 2016

    Gara-gara Tambak Udang, Banyak "Orang Kaya Baru" di Puring

    IMAM/EKSPRES
    Panen Melimpah, Petambak Puring Wayangan
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) – Keberhasilan para penambak udang di Pantai Bopong Desa Surorejan Kecamatan Puring membuahkan hasil panen yang melimpah ruah. Sebagai wajud rasa syukur, kelompok tani tambak udang Vanamie Jaya Desa Surorejan pun nanggap wayang kulit semalam suntuk.

    Wayang dengan lakon "Antasena Takon Rama" itu dimainkan oleh dalang kondang Eko Suwaryo dari Desa Jatiroto Kecamatan Buayan, Selasa (11/10/2016) malam. Hadir pada kesempatan itu, Camat Puring Suyitno, Kades Surorejan Sarwono, perwakilan Koramil Puring Supardi, dan mantan Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Nuryanto.

    Kepada Ekspres Ketua kelompok tani tambak udang Vanamie Jaya, Dalyono mengungkapkan, pendapatan kotor dari hasil panen udang saat ini dapat mencapai Rp 96 miliar per tahun. Hasil yang melimpah itu, telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian rakyat. "Hasil yang melimpah juga membuat usaha tambak udang naik pesat. Dimulai dari 18 petak kolam di tahun 2014, kini sudah mencapai 160 petak kolam udang di tahun 2016." tutur mantan sekretaris Desa Surorejan itu.

    Dari pendapatan kotor tersebut, 50 persen digunakan untuk operasional, baik untuk bibit, pakan obat, bahan bakar minyak, dan tenaga kerja. Satu petak kolam ukuran 40 x 30 meter dapat menghasilkan 2,5 ton udang per tiga bulan. Setahun para petambak dapat melakukan panen udang sebanyak tiga kali.

    Melimpahnya hasil panen itu, dikumpulkan selama dua tahun, sudah dapat digunakan untuk membeli mobil. Dan hingga kini, telah ada puluhan mobil dan belasan sepeda motor dibeli oleh warga. "Artinya budidaya tambak udang, nyata mampu meningkatkan kesejahteraan warga, membuka lapangan kerja dan menurunkan angka kriminalitas," ungkapnya.

    Dalyono menambahkan, untuk membuat satu petak kolam udang membutuhkan dana Rp 150 juta. Modal awal tersebut kini sudah tertutup. Tinggal keberlanjutan untuk pengembangan budidaya tersebut. "Kendati demikian kami masih butuh intervensi dari pihak terkait, terutama mengatasi perubahan warna air kolam yang memengaruhi pertumbuhan udang," terangnya, sembari mengatakan pihaknya tengah mengajukan izin kepada pemkab. Hanya saja prosesnya terkesan dipersulit menyangkut analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top