• Berita Terkini

    Tuesday, October 18, 2016

    Di Klirong, KPK Geledah Rumah Hartoyo Selama Satu Jam

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) -  Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya menggeledah rumah Basikun Mualim di Gang Cempaka Kelurahan/Kecamatan Kebumen. Siang tadi, lembaga anti rasuah itu juga menggeledah rumah Hartoyo, pengusaha yang diduga menjadi otak suap anggota DPRD Kebumen dan saat ini berstatus buron KPK.

    Pantauan koran ini, petugas datang ke rumah Hartoyo di Desa Kebadongan Kecamatan Klirong, sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka datang berombongan dengan sejumlah mobil. Petugas KPK  menggunakan mobil sendiri dikawal aparat Polres Kebumen dalam mobil lain. Aparat polres itu bersenjata lengkap.

    Sesampai di rumah pukul 11.00, petugas KPK memasuki rumah Hartoyo didampingi Kepala Desa Kebadongan, Marjuni. Satu jam kemudian, Petugas KPK keluar. Kabarnya, para petugas tak mendapati barang bukti yang mereka inginkan

    Baca juga:
    (Belum Tertangkap, Penyuap DPRD Kebumen Dicekal)

    Menurut warga sekitar, penggeledahan dilakukan tertutup. "Tadi ada mobil ke sini.  tapi langsung masuk halaman dan gerbangnya langsung ditutup. Sementara di luar ada polisi bersenjata yang berjaga-jaga ," katanya.

    Hartoyo menjadi orang yang paling dicari dalam kasus suap DPRD Kebumen. Meski berstatus buron, Hartoyo belum ditetapkan sebagai tersangka.

    Berdasarkan penelusuran Jawa Pos yang dihimoun dari berbagai sumber, Hartoyo bukanlah warga Kabupaten Kebumen. Dia kelahiran Jawa Timur namun memperistri warga Desa Kebadongan Kecamatan Klirong. Berdasarkan penuturan keluarganya di Klirong, Hartoyo jarang pulang ke rumah. Dia lebih sering menghabiskan waktunya di Jakarta.

    Di mata teman-temannya, Hartoyo adalah seorang spesialis proyek pengadaan pada Dinas Pendidikan, khususnya alat peraga dan buku. Bukan hanya di Kebumen, Hartoyo dikenal banyak memiliki jaringan bahkan wilayah operasinya berkelas nasional. Hartoyo juga disebut sering bepergian ke Beijing Tiongkok yang dimungkinkan berkaitan dengan usahanya.
    Lalu seperti apa Hartoyo dimata temannya itu? "Hartoyo adalah mafia anggaran berkelas nasional," ujar teman Hartoyo yang mewanti-wanti namanya tak dikorankan.


    Menurutnya, Hartoyo biasa menangani proyek di seluruh Indonesia. Diyakini, dia punya akses terhadap petinggi-petinggi di pusat. Di Kebumen Hartoyo disebut-sebut merupakan salah satu rekanan Dinas Pendidikan Olah Raga (Dikpora). Sosok pengusaha ini disebut menjadi salah satu "orang yang bisa menentukan proyek-proyek di Dikpora khususnya untuk spesialisasinya di pengadaan bidang pendidikan.

    Itu lantaran dia memiliki sejumlah perusahaan baik di Kebumen maupun di Jakarta. Salah satu perusahaannya adalah produsen alat peraga pendidikan yang berkedudukan di Jakarta. Semua proyek pemerintah yang berkait dengan pengadaan dikabarkan selalu jatuh kepada Hartoyo. Baik dengan nama perusahaannya maupun mengatasnamakan perusahaan lain. "Untuk yang di Kebumen belum ada apa-apanya," kata

    Bahkan, Hartoyo disebut bisa mengadakan proyek bila ada anggaran yang belum terpakai di Dikpora. Untuk mencairkan anggaran itu, Hartoyolah yang mengatur agar dibuat proyek seperti pengadaan buku, atau alat peraga atau lainnya. Dalam menjalankan bisnis itu, Hartoyo tak bekerja sendiri. Dia memiliki tangan kanan bernama Salim yang kini sudah ditangkap dalam OTT kemarin.

    Tak heran, Hartoyo disebut sangat mengenal baik jajaran eksekutif dan legislatif di Kebumen. Konon kabarnya, Hartoyo sering bertemu dengan sejumlah pejabat di Kebumen di Jakarta. Tak jarang, dia membiayai seluruh akomodasi mereka selama di Jakarta."Termasuk menjamu mereka berkaraoke atau ke tempat hiburan malam," ujarnya.

    Selain sosok yang "hebat" itu, menurut sumber tadi, Hartoyo sudah menyandang gelar haji.Dia juga cukup aktif di media sosial (medsos) khususnya di facebook. Dalam akun faceboknya, Hartoyo OSm, dia lumayan banyak berceloteh. Yang menarik, dari sekitar 790 temannya di fb, hampir semuanya perempuan. Dan, kebanyakan terlihat merupakan perempuan dari kalangan orang berada dengan gaya busana yang "kekinian."

    Bahkan, ada wajah yang cukup familiar bahkan mirip artis Maria Eva. Untuk nama terakhir tak bisa dipastikan. Mungkin hanya Hartoyo yang bisa menjawabnya. Pastinya, Hartoyo terlihat doyan berpesta dan suka menikmati hiburan malam seperti karaoke.

    Selebihnya, Hartoyo terlihat sering bepergian keluar kota. Manado Papua Dia juga sepertinya akrab dengan media. Dalam salah satu fotonya, Hartoyo memajang salah satu foto ketika ia diwawancara salah satu stasiun televisi nasional.

    Selain melacak Hartoyo, KPK juga masih terus mengembangkan kasus tersebut. Pihak yang diduga terlibat dalam perkara itu akan dimintai keterangan. Sebelumnya, KPK sudah menetapkan dua tersangka. Yaitu, Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhy Tri Hartanto dan Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen Sigit Widodo.

    Penyidik juga mengamankan empat orang yang sampai sekarang masih saksi. Mereka adalah anggota DPRD Dian Lestari, anggota DPRD Hartono, Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Adi Pandoyo, dan Salim, pimpinan anak perusahaan PT Osma Group.


    Penangkapan itu terkait dugaan suap proyek ijon di Dinas Pendidikan senilai Rp 4,8 miliar yang masuk pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD). Anggaran itu akan digunakan untuk pengadaan buku, alat peraga, dan teknologi informasi komunikasi (TIK).

    Pejabat legislatif dan eksekutif dijanjikan mendapatkan fee 20 persen dari nilai proyek Rp 4,8 miliar. Namun sesuai kesepakatan, rekanan akan memberikan fee senilai Rp 750 juta. (saefur/cah/lum/jpnn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top