• Berita Terkini

    Thursday, September 29, 2016

    Menag Ziarah ke Makam Kiai Sahal

    DANNY LUTVI HIDAYAT/RADAR KUDUS
    PATI – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin berziarah ke makam Kiai Sahal Mahfud di Pati, kemarin. Kedatangannya sekaligus menjadi keynote speaker dalam seminar dan meresmikan Ma’had Aly (perguruan tinggi berbasis pesantren) Fi Ushul Al Fiqh (konsentrasi Fiqh dan Ushul Fiqh) Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso.

    Kedatangan pria yang juga politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pukul 09.30. Setelah meresmikan Ma’had Ali Fi Ushul Al Fiqh Pesantren Maslakul Huda, menag juga menjadi pembicara utama dalam seminar bertajuk Dari Pesantren untuk Negeri: Peran Pesantren dalam Mempersiapkan Mutafaqqih fi Ad-din melalu Ma’had Aly sebagai Basis Pengembangan Mental Bangsa.

    Setelah itu, menteri agama didampingi putra Kiai Sahal Mahfud, Abdul Ghofar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, berziarah ke sejumlah makam tokoh agama. Di antaranya, ke makam Syech Muttamakin dan dilanjutkan ke makam Kiai Sahal Mahfud.

    Menag RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, saat ini sudah ada total 13 Ma’had Aly atau perguruan tinggi berbasis pesantren yang tersebar di Indonesia. Setiap Ma’had Aly memiliki progam khusus. Hal itu dilakukan karena akan dijadikan pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan kepesantrenan.

    ”Ma’had Aly juga sebagai lembaga kaderisasi ulama yang mumpuni dan berintegeritas. Adanya Ma’had Aly juga wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. Secara kelembagaan, jenjangnya pada jalur pendidikan diniyah formal,” bebernya.

    Sementara itu, Abdul Ghofar Rozin mengatakan, ini menjadi momentum pesantren mendapatkan pengakuan oleh pemerintah di sisi sistem pendidikan yang diterapkan. Mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. ”Tahun pertama Ma’had Aly Maslakul Huda ada 36 santri. Memang dibatasi agar proses interaksi antara santri dan dosen lebih intensif,” ujarnya.
    Dia menjelaskan, dari sisi negara, adanya MA’had Aly mampu membentuk kader ulama ala pesantren yang menerapkan keilmuan keagamaan dan kenegaraan sesuai dengan Indonesia. Hal itu juga sebagai langkah membentengi banyaknya lulusan-lulusan timur tengah yang menerapkan keilmuan ke-Islaman dengan pendekatan timur tengah.
    ”Kalau di Ma’had Aly, tentu penekanannya kepada kultural pesantren. Wawasan kebangsaan dan kenusantaraan terkait agama dan lainnya menjadi sangat penting untuk dikuasi kader-kader santri,” bebernya. (dan/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top