• Berita Terkini

    Tuesday, September 20, 2016

    Dampak La Nina Mulai Dirasakan Petani Kebumen

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Dampak La Nina yang ditandai dengan besarnya curah hujan di musim kemarau mulai dirasakan oleh para petani. Curah hujan yang tinggi membuat tanaman palawija terancam busuk bahkan gagal panen.

    Rijal (34) salah satu petani warga Desa Wotbuwono Kecamatan Klirong mengaku pesimis dengan adanya curah hujan yang masih tinggi. Padahal tanaman palawija kini sudah berbuah dan tinggal menunggu hari untuk panen. Namun jika intensitas hujan masih tinggi bisa dipastikan tanaman akan musnah. “Ini sangat berpotensi terjadi gagal panen,” ungkapnya, kepada Ekspres, Selasa (20/9/2016).

    Menurutnya, tanaman kacang hijau membutuhkan panas dan tanah yang kering. Kondisi cuaca yang sering mendung ditambah hujan di waktu malam merupakan ancaman serius. Hal ini ditandai dengan beberapa tamanan yang mulai layu dan menguning. “Besar kemungkinan gagal panen akan terjadi,” ujarnya yang hanya bisa pasrah.

    Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kebumen Ir Pudji Rahayu membenarkan intensitas hujan tinggi menjadi ancaman serius bagi tanaman palawija. Untuk mengurangi resiko gagal panen, pihaknya merekomendasikan petani membuat selokan.

    Selokan yang dibuat di area persawahan diharapkan mampu sebagai pembuangan air. Jika tanaman tidak terendam, maka peluang untuk hidup akan lebih banyak. “Mau gimana lagi petani sudah kadung menanam. Kami akan menginformasikan untuk membuat selokan pembuangan,” tutur dia.

    Dijelaskannya, tanaman palawija memang diperuntukan untuk ditanam pada musim kemarau, dengan volume air sedikit. Jika kelebihan air, tanaman akan layu dan mati. Selokan berfungsi membuang air hujan, sehingga akar tanaman tidak lagi terendam. “Hanya itu langkah yang dapat ditempuh, mudah-mudahan saja dapat menyelamatkan tanaman palawija,” terangnya.

    Selain ancaman air, musim hujan juga dapat mendatangkan hama bagi tanaman palawija, yakni berupa kupu-kupu. Jika serangan kupu-kupu mengganas, tanaman palawija dapat mati. “Kalau serangannya tidak parah, direkomendasikan disemprot menggunakan pestisida alami. Namun jika sudah parah dapat menggunakan obat kimia,” papar Pudji Rahayu. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top