• Berita Terkini

    Friday, September 16, 2016

    Biadab, Pria ini Cabuli Anak Kandung hingga Melahirkan, Minggat Pula

    ILUSTRASI
    KUDUS – Apa yang dilakukan bapak satu ini benar-benar kurang ajar dan tidak patut ditiru. Lelaki berinisial AT, 40, warga Kecamatan Mejobo, tega menyetubuhi anak kandungnya yang berusia 15 tahun. Korban pun hamil dan melahirkan seorang anak sekitar satu minggu lalu.

    Tragisnya lagi, sejak diketahui hamil, korban yang semula kelas X SMA terpaksa keluar. Masa depannya hancur. Sementara pelaku, setelah diketahui istrinya melakukan perbuatan bejat kepada anak kandungnya itu, langsung bergegas kabur. Saat ini pelaku masih diburu petugas.

    Ceritanya, ibu korban yang juga istri pelaku, DI, sehari-hari bekerja di salah satu perusahaan rokok di Kudus. AT sendiri merupakan pengangguran yang kerjanya serabutan. Nah, ketika istrinya bekerja, korban dan bapaknya itu sedang menonton TV di rumah.

    Entah setan apa yang merasukinya, tiba-tiba pelaku menggerayangi tubuh anaknya. Tak dapat memberontak, korban pun dibopong AT menuju ke kamarnya. Kemudian, korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku.

    Pemerkosaan itu terjadi berkali-kali, tepatnya setiap istrinya bekerja. Bahkan selama berbulan-bulan, ibu korban tidak mengetahui perbuatan bejat suaminya itu.Ditambah, korban selama ini lebih banyak diam dan mengurung diri di kamar. Hal itulah yang menyulitkan berkomunikasi dengan korban.

    Namun bertambahnya hari dan bulan, ibu korban curiga dengan perut korban yang semakin besar, Korban lantas dicerca berbagai pertanyaan. Namun korban tetap tidak mau berkata jujur. Hingga saat pelaku pergi dari rumah, korban lantas memceritakan perbuatan ayahnya itu ke ibunya.

    Mendengar pengakuan anaknya, ibu korban shock berat. Namun tidak bisa berbuat apa-apa. Dia lantas meminta bantuan dari keluarga dan tetangga. Akhirnya melaporkan perbuatan pelaku ke kepolisian dan Yasasan Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus.

    Noor Hania’ah, kabid Sosial JPPA Kudus mengaku, setelah mendapat laporan dari keluarga korban, pihaknya berusaha membantu menyelesaikannya. Korban diberi pendampingan untuk melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. ”Saat ini saya baru mendapat laporannya. Setelah diperiksa baru bisa dapat penanganan,” ungkapnya.

    Dia mengatakan, korban pasti mengalami trauma berat. Selain diperkosa berkali-kali, korban juga melahirkan anak di usia yang sangat muda, tentunya kehidupannya lebih berat. ”Kami sedang menunggu konfirmasi dari pihak keluarga, jadi belum sampai mendampingi secara intens, karena baru beberapa hari ini dilapori,” imbuhnya. (mal/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top