• Berita Terkini

    Tuesday, August 9, 2016

    Warga Jatisari Kampanyekan Kali Bersih dengan Guber Lele

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kampanye menjaga kebersihan aliran sungai irigasi di Desa Jatisari Kecamatan Kebumen terus dilakukan. Kali ini, kampanye kali bersih dilaksanakan oleh masyarakat desa setempat dengan menggelar lomba Agustusan di aliran sungai irgasi, Minggu-Senin (7-8/8/2016).

    Adapun lomba yang digelar yakni mancing dan gogoh (guber) ikan. Gogoh merupakan cara menangkap ikan yang dilakukan tanpa menggunakan alat. Peserta hanya diperbolehkan menangkap ikan dengan tangan kosong. "Lomba ini bagian dari kampanye Kali Bersih. Kebersihan sungai memang penting. Selain agar terlihat tidak kumuh, kali bersih juga bagus untuk keindahan," kata ketua panitia Supriyandi.

    Perlombaan pun mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat. Ratusan masyarakat dari segala usia mendatangi sungai irigasi yang dijadikan tempat untuk lomba. Canda tawa dan tepuk tangan berkali-kali menghiasi pelaksanaan lomba. Jika ada warga yang berhasil mendapatkan ikan, warga yang menonton pun bersama-sama memberi tepuk tangan.

    Dijelaskannya oleh Supriyadi perlombaan tersebut dilaksanakan oleh warga masyarakat Dukuh Penasutan Desa Jatisari Kecamatan Kebumen. Lomba diikuti oleh sekitar 900 warga dari segala umur, juga dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 71. Adapun peserta yang mengikuti lomba melibatkan warga dukuh lainnya. “Dua hari ini semua masyarakat sangat terhibur, meski mereka saling berkompetisi, namun terbingkai dalam kerukunan,” paparnya.

    Kebersihan sungai memang penting. Selain agar terlihat tidak kumuh, kali bersih juga bagus untuk keindahan. Kebersihan juga akan mengundang kesehatan, dengan membiasakan hidup bersih otomatis akan sehat. Dengan adanya kampanye kali bersih ini diharapkan masyarakat akan ikut menjaga kebersihan sungai. “Minimal dimulai dengan tidak membuang sampah disungai,” terangnya.

    Jalannya perlombaan cukup menyita perhatian masyarakat. Banyak warga berdatangan untuk menyaksikan. Lomba-lomba itu sekaligus sebagai ajang hiburan untuk masyarakat umum. “Lomba memancing dilaksanakan pada Hari Minggu, sedangkan untuk gogoh dilaksanakan Senin,” kata supriyadi di sela-sela mengawasi pelaksanaan lomba.

    Supriyadi pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat sampah memanjang. Sungai harus dimaknai sebagai sumber kehidupan. Bagi petani sungai merupakan sumber irigasi. Bagi masyarakat sungai merupakan sumber air. “Jika dikelola dengan baik sungai dapat menjadi tempat rekreasi dan lain sebagainya,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top