• Berita Terkini

    Kamis, 04 Agustus 2016

    Cegah Kasus Tanjungbale, FKUB Gelar Deklarasi Damai

    Sudarno Ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kabupaten Kebumen sepertinya tak mau insiden kekerasan berbau SARA seperti di Tanjungbalai, Sumatera Utara, menjalar ke Kebumen.

    Bupati Kebumen yang diwakili Sekda Adi Pandoyo, Ketua DPRD Cipto Waluyo, Kapolres Kebumen AKBP Alpen, Dandim 0709 Kebumen Letkol CZI Priyo Sambodo, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),dan para tokoh masyarakat menggelar deklarasi damai guna menciptakan kondisi yang aman dan tertib.

    Penandatangan deklarasi damai itu dilakukan bersamaan dengan acara silaturahmi Forkompinda dengan FKUB, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Muspika di Pendopo Bupati Kebumen, Rabu (3/8/2016).

    "Deklarasi damai penting kita lakukan demi kepentingan keamanan dan ketertiban daerah sehingga program pembangunan berjalan dengan lancar," kata Kapolres Kebumen AKBP Alpen.

    Dia mengatakan, sejumlah deklarasi damai yang ditandatangani yakni menolak tegas konflik antarumat beragama yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

    Kemudian, menolak segala bentuk kekerasan dan terorisme dengan mengatasnamakan agama, menolak segala bentuk intoleransi, ISIS dan anti Pancasila. Kemudian adalah siap menjaga kerukunan umat beragama serta menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif di masyarakat Kabupaten Kebumen dengan saling menghargai antarumat beragama, mewujudkan toleransi hidup berdampingan dengan damai.

    Ketua FKUB Mohammad Dawamudin, mengajaka semua pihak untuk menciptakan suasana Kebumen yang damai. "Bisa damai karena tokoh agamanya tidak terlibat dengan partai politik. Karena biasanya kalau terjun ke partai politik itu motivasinya kekuasaan," tegasnya.

    Dawam juga mengajak semua elemen untuk menjaga NKRI. "Tumbuhkan semangat mencintai tanah air, karena itu adalah bagian dari iman," imbuhnya.

    Sementara, Sekda Adi Pandoyo, yang mewakili bupati, menyampaikan stabilitas daerah merupakan modal dasar dalam membangun serta memajukan daerah. Sedangkan kearifan lokal adalah salah satu elemen pendukungnya.

    "Setiap masyarakat diharapkan dapat ikut menjaga ketentraman dan ketertiban. Termasuk dalam menjalankan ibadah. Terlebih jika kita belajar dari konflik yang terjadi di beberapa daerah, yang sering dipicu oleh hal-hal kecil," tandasnya.

    Hadir pada acara tersebut Camat, Danramil, serta Kapolsek se-Kabupaten Kebumen.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top