• Berita Terkini

    Wednesday, July 13, 2016

    Alun-alun Jadi "Arena Balap"

    SYAIFURROHMAN/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pengelola usaha rental mini trail di alun-alun tersenyum lebar di libur lebaran kali ini. Mainan yang membuat anak-anak merasa berpetualang sebagai pembalap itu kini laris manis diserbu.

    Pantauan koran ini, tak ada motor trail yang sempat "menganggur". Belasan motor trail yang hilir mudik pun membuat suasana alun-alun berubah menjadi "arena" balap lengkap dengan para "pembalap" terpelanting jatuh dari sepeda motor. Bila itu terjadi tangis pun pecah. Sementara, orang tua harus menenangkan anak-anak mereka.

    Asih (40) warga RT 2 4 Desa Karangduwur Kecamatan Petanahan mengatakan, mainan sepeda motor trail memang sangat menarik minat anak-anak. Termasuk, anaknya sendiri, Alif (8) yang harus merengek-rengek minta naik motor. Hanya, dia mengaku menyayangkan minimnya perlindungan keamanan dari pengelola. Sebab, para pengelola hanya menyiapkan sepeda motor tanpa perlengkapan pengamanan seperti jaket, helm maupun perlengkapan lain.

    Padahal, meski kapasitas mesin motor hanya hanya 50cc, kecepatannya bisa mencapai 40 km/jam. Sudah begitu, anak-anak akan terpacu untuk beradu cepat saat naik motor sehingga pemandangan anak jatuh dari motor hal yang biasa. "Kami minta pengelola ditingkatkan pengawasannya. Selain itu pengamanan lebih ditingkatkan," ujar dia, Rabu (13/7/2016).

    Salah satu pengelola rental  mini trail Agus mengakui pihaknya hanya menyewakan sepeda motor tanpa dilengkapi peralatan keamanan. Tapi, dia menjamin sepeda motor itu aman bagi anak-anak. Kalaupun ada yang jatuh, katanya, karena faktor ketidak hati-hatian pengendara. "Lagian kalau jatuh kan tidak parah. Hanya luka ringan," kilahnya.

    Untuk satu sepeda motor trail, Agus memasang tarif RP 2ribu permenit. Menurutnya, di musim lebaran kali ini peningkatan  tak terlalu mencolok di hari-hari biasa. "Paling hanya dapat Rp 150 ribu-RRp 200 ribu per hari mas," ujarnya.

    Salah satu warga, Rohman mengatakan, keberadaan aneka permainan anak-anak di alun-alun itu menarik pengunjung untuk berekreasi di alun-alun. Namun, di sisi lain, dikhawatirkan merusak keindahan alun-alun. "Seperti pada permainan mini trail ini sekarang anak-anak memacu motornya di atas rumput alun-alun. Itu kan bisa merusak alun-alun," ujarnya. (saifurrohman/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top