• Berita Terkini

    Tuesday, June 21, 2016

    Warga Minta Relokasi Dipercepat

    Hari Ketiga Pencarian Korban Longsor, Nihil
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Warga Desa Sampang Kecamatan Sempor yang terdampak bencana longsor, mengaku siap direlokasi. Bahkan, mereka meminta proses relokasi itu dilakukan secepat mungkin.

    Samirin (25), salah satu warga mengaku masih mempertimbangkan rencana Pemkab Kebumen untuk merelokasi warga di wilayahnya yang terkena bencana longsor. Namun, saat mendengar bahwa tempat relokasi masih di Desa Sampang, dia mengaku mendukung. "Saya akan berdiskusi dulu dengan keluarga. Tapi kalau relokasinya masih di wilayah Desa Sampang, kami mendukung," katanya, kemarin (21/6/2016).

    Apalagi, menurutnya, hingga saat ini mereka masih was-was akan terjadi longsor susulan. "Bila kondisi tak hujan, kami tidak khawatir. Namun bila hujan turun kami takut akan terjadi longsor lagi. Kalau bisa relokasinya dipercepat," ujar pria yang masih kerabat dekat para korban longsor dan rumahnya berada tak jauh dari lokasi longsor itu.

    Sebelumnya, Bupati Kebumen HM Yahya Fuad telah memutuskan untuk merelokasi warga yang terdampak longsor di Desa Sampang. Relokasi, kata bupati, diprioritaskan bagi keluarga atau ahli waris korban yang rumahnya hancur tertimpa longsor pada Sabtu lalu hingga membuat enam orang tertimbun. Untuk tempat relokasi, Pemkab menyiapkan tanah pemerintah di desa tersebut.

    Sementara itu, tim gabungan masih berupaya keras melakukan pencarian tiga korban longsor Desa Sampang yang masih belum ditemukan. Namun, upaya pencarian kemarin belum menemukan hasil. Dengan demikian, masih ada tiga korban yang hingga saat ini belum ditemukan, masing-masing San Rustin (70), Marsiyem (68) dan Sutinem (30) ). Ketiga orang itu merupakan satu keluarga.

    Bahkan, pencarian kini bertambah sulit menyusul makin berkurangnya debit air yang dipergunakan untuk mengguyur tanah material longsor. Air yang didatangkan dari sumber mata air itu bertujuan melunakkan tanah agar proses pencarian mudah dilakukan. "Masih adanya batu-batu berukuran besar juga mempersulit proses pencarian dan evakuasi," kata Kasie Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Arif Rahmadi SSos.

    Seperti diberitakan, enam orang warga RT 04 RW 03 Desa Sampang Kecamatan Sempor tertimbun longsor menyusul hujan deras pada Sabtu akhir pekan lalu. Dari enam orang tersebut, tiga telah ditemukan masing-masing Poniyem (48), Satimun (45) dan Sarinem (27).

    Selain menimbulkan bencana longsor di Sampang, hujan deras disertai angin kencang juga menjadi bencana di Kecamatan Rowokele, Buayan, Ayah. Akibat banjir dan longsor membuat 125 rumah mengalami rusak dari skala sedang sampai berat sementara 550 warga mengungsi akibat banjir. Pemkab Kebumen melalui Bupati telah menyatakan penetapan tanggap darurat sejak Senin (20/6). Tanggap darurat ini berlaku hingga 15  hari.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top