• Berita Terkini

    Friday, June 24, 2016

    Pencarian Korban Longsor Sampang Resmi Dihentikan

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Proses pencarian dan evakuasi korban longsor Desa Sampang Kecamatan Sempor, resmi dihentikan Jumat (24/6/2016). Terhitung sejak kemarin, petugas dan relawan yang telah melakukan pencarian dalam enam hari terakhir, ditarik dari lokasi

    Kasie Kedaruratan pada BPBD Kebumen, Arif Rahmadi SSos mengatakan penutupan secara resmi dilakukan Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad sekitar 14.00 WIB. Penghentian ini, katanya lantaran Standar Operasional menyebutkan bahwa pencarian dan evakuasi dibatasi hingga hari ketujuh. Namun demikian, lanjut dia, bukan berarti proses pencarian berhenti total. Mengingat, masih ada satu korban longsor yang belum ditemukan yakni  Sutinem (27).

    Berdasarkan pertemuan Bupati, Wakil Bupati KH Yazid Mahfudz, Dandim 0709 Kebumen Letkol Czi Priyo Sambodo beserta tim pencari, pihak keluarga tetap berharap korban Satinem ditemukan.

    Akhirnya diputuskan pencarian selanjutnya akan dilakukan warga setempat dengan cara bergilir. Satu hari warga satu pedukuhan akan melakukan pencarian. "Mereka akan dibantu 5 orang relawan dari BPBD yang akan dikirim ke lokasi setiap harinya," imbuhnya.

    Selain mengirimkan petugas ke lokasi untuk membantu pencarian, BPBD Kebumen juga meninggalkan sejumlah peralatan terdiri dari 2 pompa air, 400 selang spiral serta 9 batang pipa pralon berukuran 2 inch serta 2 buah gergaji mesin. "Dalam proses pencarian ini, petugas akan mengikuti metoda pencarian yang dilakukan warga. Sebab, pastinya warga punya cara tersendiri untuk melakukan pencarian," katanya.

    Dengan demikian, dari enam korban longsor baru ada lima yang ditemukan. Mereka masing-masing Poniyem (48), Satimun (45), San Rustin (70), Sarinem (30) dan Marsiyem (68). Adapun yang belum ditemukan, Satinem (27) yang sedang dalam kondisi mengandung.

    Kabid Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Muhyidin mengatakan, dalam pertemuan kemarin juga telah diputuskan untuk merelokasi korban selamat pada kejadian itu. Mereka yang akan direlokasi adalah penghuni tiga rumah yang hancur total akibat tertimpa longsor. "Mereka bersedia dipindah. Adapun tempatnya di lahan milik mereka sendiri. Sementara untuk pembangunannya akan ditanggung Pak Bupati (Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad)," ujar Muhyidin.

    Di saat yang sama, Muhyidin menghimbau kepada warga masyarakat Kebumen untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Mengingat, wilayah Kebumen termasuk daerah rawan bencana. Baik, banjir, longsor, bahkan tsunami. "Kami menghimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan,' ujarnya.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top