• Berita Terkini

    Friday, June 24, 2016

    Suami Masih Berharap Satinem Bisa Ditemukan

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Duka mendalam dirasakan Sikan Kurniawan (29), warga Desa Sampang Kecamatan Sempor. Bagaimana tidak. Dalam kejadian longsor yang terjadi pada Sabtu akhir pekan lalu, dia kehilangan anggota keluarganya termasuk sang istrinya, Sutinem (25).

    Bahkan, hingga pencarian hari terakhir, Jumat (24/6/2016), sang istri belum juga ditemukan. Cobaan itu sungguh berat dirasakan oleh pria yang pada saat kejadian tengah berada di Jakarta tersebut.

    Dia menuturkan, sama sekali tak ada firasat musibah itu akan terjadi padanya. Sikan menyampaikan bertemu terakhir dengan istrinya pada Minggu (12/6) atau sepekan sebelum musibah longsor terjadi. "Saat itu saya memang sempat mudik karena keluarga tengah mengadakan upacara 7 bulan istri (Sutinem). Baru berapa hari di Jakarta, saya dikabari longsor terjadi," ujarnya kepada wartawan kemarin.

    Sesampai di rumah, hancur hati Sikan. Dia harus menerima kenyataan rumah istrinya itu tertimpa longsor yang mengubur seluruh penghuni rumah. Istrinya berikut ayah dan ibu mertuanya, San Rustin (70) dan Marsiyem (68). Termasuk, keluarga paman dan bibinya, Satimun dan Sarinem. Orang-orang tercintanya itu, sudah ditemukan dalam keadaan meninggal. "Hanya istri saya yang belum. Dia sedang mengandung anak pertama kami masuk usia kandungan 8 bulan," ujarnya lirih.

    Oleh sebab itu, Sikan mengaku sangat berharap, istrinya dapat ditemukan. Permintaan itu sudah disampaikan kepada Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad Wakil Bupati KH Yazid Mahfudz Dandim 0709 Kebumen Kapolres Kebumen dan Muspika Kecamatan Sempor. "Saya masih berharap istri saya ditemukan," ujarnya.

    Kepala Desa Sampang, Ratimin mengungkapkan, pihaknya sudah berkomitmen untuk dapat menemukan Sutinem. Meski pencarian secara resmi telah dihentikan, pencarian akan kembali dilanjutkan selama 7 hari kedepan. "Kali ini pencarian dilakukan warga secara bergantian. Setiap harinya warga akan bekerja bakti secara bergiliran per pedukuhan," ujarnya sembari mengatakan ada 7 pedukuhan di Desa Sampang.

    Dandim 0709 Kebumen, Letkol Czi Priyo Sambodo mengatakan, proses pencarian terhadap para korban longsor memang dihentikan. Dan, petugas serta relawan ditarik dari lokasi sejak kemarin. Namun demikian, upaya pencarian masih akan dilanjutkan oleh warga setempat dan Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen. "Pencarian akan dilanjutkan selama tujuh hari kedepan," ujarnya.

    Seperti diberitakan, sebanyak enam orang warga RT 04 RW 03 Desa Sampang Kecamatan Sempor dinyatakan hilang setelah longsor tebing menimpa rumah mereka pada Sabtu akhir pekan lalu. Dari keenam orang tersebut, lima diantaranya sudah ditemukan. Mereka masing-masing, Poniyem (48), Satimun (45) dan istrinya Sarinem (30). Berikutnya, San Rustin (70) dan  Marsiyem (68). Adapun Sutinem (30) belum ditemukan. San Rustin , Marsiyem (68) dan Sutinem (30) sendiri merupakan satu keluarga. Sementara, Satimun dan Sarinem adalah anak dan menantu San Rustin.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top