• Berita Terkini

    Thursday, April 7, 2016

    Terminal Bus Kebumen Diambil Alih Pusat Oktober

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Terminal Bus Kebumen yang dibangun pada tahun 2003 lalu di Desa Adikarso Kecamatan Kebumen, pada Oktober mendatang rencananya akan dikelola oleh Pemerintah Pusat. Selama ini Terminal Bus yang dibangun pada masa Bupati Kebumen dijabat oleh Rustriningsih dikelola Pemkab.

    Hal ini sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2014, yang menyatakan kewenanngan terminal tipe A memang diambil alih pusat yakni Kementrian Perhubungan. Sedangkan untuk terminal tipe B diambil alih provinsi, sedangkan tipe C diambil alih kabupaten dan kota madya. Terminal Kebumen masuk merupakan Terminal tipe A sehingga akan diambil alih pusat.

    Kepala Terminal Bus Kebumen Muhlisin didampingi Kepala Tata Usaha (TU) Yogo Prayitno mengemukakan, baru-baru ini Tim dari pemerintah pusat mendatangi Terminal Bus Kebumen untuk mendata personel dan aset yang ada.Kegiatan tersebut sebagai langkah persiapan terkait pengambil alihan Terminal Bus Kebumen dari kabupaten ke pusat. "Tim dari pusat yang ditemui langsung yakni Heri Prabowo dan Yoyok K," tuturnya, Rabu (6/4/2016).

    Lebih lanjut dijelaskan, Kabupaten Kebumen hanya memiliki terminal tipe A dan C. Sedangkan untuk tipe B tidak ada. Untuk terminal Gombong dan Prembun merupakan tipe C. Semua data untuk kepentingan pengelolaan terminal yang akan diamlil alih tersebut, sudah diminta oleh tim dari pusat. "Diantaranya personel PNS sebanyak 12 orang. Namun karena satu PNS akan pensiun per Mei mendatang, maka hanya 11 orang yang diusulkan ke pusat," jelasnya.

    Dengan dikelola oleh pusat lanjutnya, maka Terminal Bus Kebumen nantinya lebih menitik beratkan pada pelayanan. Sedangkan selama ini yang dikelola Pemkab ditarget pendapatan mencapai Rp 450 juta per tahun. Terminal Bus Kebumen diketahui hanya ramai pada saat tertentu saja seperti Lebaran dan Tahun Baru.

    Untuk hari-hari biasa sepi, hanya  sekitar 300 bus dengan pendapatan Rp 600 ribu per hari. Untuk menopang pendapatan pun hanya mengandalkan Terminal Bus Kebumen karena Gombong tidak aktif dan Prembun digunakan sebagai pasar pagi dan hanya untuk angkutan pedesaan. "Terminal Bus Kebumen yang dikelola pusat nanti sistemnya seperti stasiun dan di dalamnya seperti bandara," jelas Iing saapaan akrab Muhlisin

    Iing menambahkan, beberapa data yang sudah diserahkan kepada pemerintah pusat lainnya yakni, data pegawai tidak tetap (PTT) di Terminal Bus Kebumen sebanyak sembilan orang. Selain itu personel juga mendata aset Terminal Bus Kebumen berupa tanah seluas 50.076 m2. Adapun bangunannya berada tanah seluas 26 ribu m2. "Nantinya, baik personel maupun asetnya ditarik pusat. Rencananya penyerahan dari kabupaten ke pusat akan dilaksanakan oktober," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top