• Berita Terkini

    Friday, April 8, 2016

    Gedung Baru Dewan Masih Belum Ditempati

    SUDARNO AHMAD/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Meski proses pembangunan gedung baru DPRD Kebumen yang berada di selatan Alun-alun Kebumen sudah rampung pengerjaannya, namun gedung yang menelan anggaran senilai Rp 19 miliar hingga Jumat (8/4), masih saja dibiarkan melompong.

    Sekretaris DPRD Kebumen, Dwi Budi Satrio mengungkapkan saat ini pihaknya baru mempersiapkan perlengkapan di dalam gedung DPRD baru tersebut. "Kami harus mengisi mebelair, meja kursi kerja dan memasang interior dan plafon," kata Budi Satrio, di ruang kerjanya, Jumat (8/4/2016)

    Dijelaskan, pada APBD 2016, pihaknya baru menganggarkan pengadaan mebelair untuk sidang paripurna. "Pada tahun 2016 kami akan menganggarkan mebelair. Dan tahun 2017 menyusul untuk kebutuhan yang lainnya," ujarnya.

    Proses pengadaan mebelair sendiri sudah hampir pasti karena panitia pengadaan telah mengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada rekanan yang memenangkan tender mebelair tersebut. "Kemungkinan mebelair akan ada dan terpasang di ruang sidang paripurna pada bulan Mei. Sehingga baru setelah itu kita rencanakan pindahan," ungkapnya.
    Lebih jauh Budi Satrio mengatakan, besar kemungkinan pihak dewan akan melaksanakan boyongan setelah proses pengadaan mebelair selesai. Meski pengadaan itu hanya untuk kebutuhan saat sidang paripurna, dewan tetap akan melaksanakan boyongan.
    "Untuk pemenuhan kebutuhan alat-alat kerja seperti meja kursi almari dan sebagainya kami akan menggunakan perlengkapan yang lama. Akan kami bawa perabot yang ada sekarang ke gedung baru," imbuhnya.

    Ia menambahkan, jika nanti sudah menempati gedung baru, gedung lama yang saat ini berada satu komplek dengan Gedung Sekretariat Daerah (Setda), akan dimanfaatkan untuk Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora). "Bekas gedung ini nantinya akan dipakai oleh Dikpora," tukasnya.

    Pada bagian lain, Dwi menyesalkan tidak adanya ruang evakuasi atau pintu darurat yang bisa digunakan sebagai jalur evakuasi jika terjadi bencana atau demo besar-besaran. "Seharusnya diberi ruang dan pintu darurat jika terjadi sesuatu bisa digunakan. Gedung baru ini tidak ada fasilitas itu," ujarnya.
     
    Hal yang sama terjadi untuk halaman parkir, dinilai sangat sempit untuk ukuran gedung dewan. Lapangan parkir di gedung baru kapasitas hanya mampu menampung sekitar 30 mobil.

    Hal ini juga dikeluhkan oleh Ketua Fraksi PDIP, Dian Lestari yang mengungkapkan pentingnya pintu darurat bagi gedung dewan. "Bukan berarti hanya sekedar untuk jalan keluar ketika ada demo, tapi gedung berlantai memang semestinya memiliki pintu darurat yang suatu saat pasti sangat berguna sebagai antisipasi keselamatan jiwa penghuni gedung tersebut," kata Dian.

    Sementara itu Ketua DPRD Kebumen, Cipto Waluyo mengakui pihaknya masih menunggu proses pengadaan mebelair selesai dilaksanakan. "Kami di dewan kan sifatnya kolektif kolegial, maka saya manut saja kepada para anggota dewan yang lain, mau pindah ke gedung barunya kapan. Yang jelas, kami masih menunggu proses mebelairnya selesai dilaksanakan terlebih dahulu," tegasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top