• Berita Terkini

    Wednesday, March 9, 2016

    Mantap, Penampakan Gerhana Matahari Kebumen Sesuai Prediksi

    SUDARNO AHMAD/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Meski Gerhana Matahari Total (GMT) tak terlihat penuh di wilayah Kabupaten Kebumen, masyarakat Kebumen juga tak mau ketinggalan melihat momen langka tersebut. Ratusan warga melakukan shalat gerhana dan pengamatan gerhana matahari di halaman Masjid Al Mujahidin Karanyanyar, Rabu (9/3/2016) pagi. Usai shalat Gerhana, sebagian warga berjubel mengantre melihat gerhana melalui alat yang dipasang di halaman masjid.

    Pengamatan gerhana sendiri menggunakan teleskop dan teodolit sejak pukul 06.00 warga sudah berdatangan ke masjid yang berada di barat Alun-alun Karanganyar itu. Bahkan di tempat yang sama juga digelar nonton bareng gerhana melalui sebuah layar lebar. Selain itu juga disediakan 20 kacamata khusus yang dilengkapi dengan filter ND5. Tak hak hanya orang dewasa, anak-anak juga tampak antusias menyaksikan peristiwa langka tersebut.

    Acara itu digelar atas kerjasama Pondok Pesantren Mambaul Ikhsan Karanganyar, Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kebumen dan Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kebumen.

    Tim Ahli Badan Rukyat Hisab Daerah (BHRD) Kabupaten Kebumen, Ma'rufin Sudibyo menjelaskan, proses terjadinya gerhana persis sesuai dengan prediksi sebelumnya. Yaitu gerhana ini dimulai lewat tahap awal. Yaitu, durasi gerhana matahari di Kebumen berlangsung selama 2 jam 14 menit. Gerhana matahari dimulai saat cakram bulan tepat mulai nampak menyentuh bundaran matahari sekira pukul pukul 06.20.

    Saat itu Matahari sedang sepenggalah dengan tinggi 8 derajat dari ufuk timur dan berposisi di sekitar titik timur (azimuth 93 derajat). Sedangkan puncak gerhana terjadi pada pukul 07.23. Pada saat itu, matahari setinggi 23 derajat pada azimuth 91 derajat. Sebelumnya cakram bulan kian bergerak jauh menjajah Matahari sehingga sang surya kian redup. Sedangkan puncak gerhana terjadi pada pukul 07.23. Pada saat itu, matahari setinggi 23 derajat pada azimuth 91 derajat.

    Ia menjelaskan, persentase penutupan matahari di Kabupaten Kebumen adalah 85,4  persen. Dengan kata lain wajah matahari yang masih terlihat dan memancarkan cahaya tinggal 14,6 persen saja. Sehingga matahari seakan-akan menjadi berbentuk sabit. Intensitas cahaya Matahari yang tiba di bumi Kabupaten Kebumen saat itu pun diprakirakan tinggal 15 persen dari normal.

    Tetapi situasi ini tak bertahan lama, kata dia, gerak bulan membuatnya mulai meninggalkan wajah matahari secara berangsur–angsur. Hingga akhirnya tibalah tahap akhir yang diperkirakan pukul 08.34 WIB, saat matahari berketinggian 41 derajat dengan azimuth 89 derajat. "Dengan demikian durasi gerhana matahari di Kabupaten Kebumen 2 jam 14 menit," bebernya.

    Lebih jauh, Ma'rufin, menceritakan gerhana matahari merupakan peristiwa langka. Secara kasat mata gerhana matahari terakhir di Kabupaten Kebumen terjadi pada 29 Januari 2009, juga sebagai gerhana sebagian.

    Saat itu gerhana terjadi pada sore hari dengan persentase penutupan Matahari 84,5 persen. Pada 14 Januari 2010 dan 5 Mei 2013 juga terjadi gerhana matahari, yang lagi–lagi muncul sebagai gerhana sebagian. Namun begitu keduanya sangat sulit diamati. Persentase penutupan matahari dalam puncak gerhana 2010 hanya 3 pesen. Sehingga sangat sulit diamati. Sebaliknya gerhana 2013 terjadi tepat pada saat matahari terbit, sehingga mustahil untuk mengamatinya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top