• Berita Terkini

    Minggu, 27 Maret 2016

    Kritis, Bantaran Sungai Bogowonto Ditanami Bambu

    andi/ekspres
    PURWOREJO- Prihatin dengan kondisi bantaran Sungai Bogowonto yang sering tergerus luapan air sungai, membuat beberapa komunitas di Kabupaten Purworejo melakukan aksi kepedulian berupa penanaman pohon bambu, Minggu (27/3). Aksi ini dipusatkan di bantaran sungai, tepatnya di Desa Kedungasi, Kecamatan Purworejo.

    Aksi itu juga melibatkan instansi pemerintah untuk ikut serta melakukan penanaman. Sedangkan komunitas yang terlibat diantaranya, Jogo Kali Kedungsari, Kyai Merah, Cah Purworejo Perantauan (CPP), Purworejo Adventure Trail Comunity (Patco), Komunitas Teater Purworejo (KTP) dan beberapa Perhimpunan mahasiswa.

    Koordinator kegiatan, Kyai Merah mengatakan, pohon bambu dipilih karena memiliki akar serabut yang kuat mencekeram tanah, sehingga tidak mudah terbawa arus saat banjir. Disamping itu, pohon bambu memiliki multifungsi karena bisa dibuat beragam kerajinan, serta nilai ekonomis yang tinggi.

    "Tanaman bambu lebih maksimal menahan tanah dari erosi. Ada beberapa jenis pohon bambu yang kita tanam, seperti Petung dan Apus. Jumlahnya sekitar 350 batang pohon," ucapnya.

    Dikatakan, aksi itu diharapkan dapat berkelanjutan, dimana pihaknya berencana menjalin kerjasama dengan Sanggar Papringan untuk memberikan pelatihan kerajinan bambu. Sehingga dari pohon bambu yang ditanam itu nantinya dapat dimanfaatkan warga untuk meningkatkan perekonomian.

    "Saya sendiri punya tanah dibantaran sungai yang setiap tahunnya selalu berkurang karena terbawa arus saat banjir. Dilokasi ini bahkan ada areal makam desa, dimana sudah hampir 100 makam yang hilang akibat bajir.  Nantinya, pohon bambu ini, diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi," ucapnya.

    Pembina CPP Roma Adi, yang diwakili Kolonel Kuswanto, mengatakan, wadah komunitas CPP mendukung penuh aksi sosial tersebut. Menurutnya, kesadaran menanam diperlukan generasi muda saat ini. Sehingga nantinya generasi penerus bisa menikmati hasilnya. "Sekarang kita bisa menikmati apa yang ditanam orang tua kita. Mestinya kita juga harus bisa meninggalkan tanaman untuk anak cucu kita," ucapnya.

    Sementara itu, Kabid Ketanggap Daruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Edhy Purwanto, mengatakan, di Purworejo terdapat tiga sungai besar yakni Bogowonto, Jali, dan Gebang yang kondisinya sudah mengawatirkan.
    "Ini cuma salah satu titik, masih banyak lagi lokasi bantaran sungai yang menghawatirkan dan memicu luapan sungai saat banjir. Salah satu penyebabnya, tidak ada tebing yang menahan laju air, " ucapnya.

    Pihaknya berharap, aksi tersebut bisa mendorong pihak lain untuk melakukan aksi serupa dilokasi yang berbeda. "Diperlukan kesadaran semua pihak, terutama masyarakat untuk menjaga keberadaa sungai yang kita miliki," ucapnya. (ndi).

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top