• Berita Terkini

    Monday, February 1, 2016

    Kasus Es Kadaluwarsa Jalan Terus

    agung/ekspres
    PURWOREJO--Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Loano melakukan pendalaman terhadap kasus minuman es kadaluwarsa yang mengakibatkan 17
    siswanya harus dilarikan ke Puskemas Maron Loano, Kamis (28/1).

    Sejumlah pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

    Kapolsek Loano, AKP Markotib mengatakan pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. "Penjual es telah kami mintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan itu, diketahui dia hanya menjualkan atau es yang dijual itu adalah barang titipan dari kakaknya," terang Markotib, Senin (1/2).

    Lebih lanjut dikatakannya, proses pembuatan es esocool itu dilakukan dengan menyuntik bungkus es kemudian didinginkan. Peralatan-peralatan
    produksi berupa alat suntik dan lain sebagainya itulah yang kini diamankan oleh Polsek.

    "Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap barang-barang milik yang bersangkutan yang diperiksa oleh Labfor dan kesehatan. Penjual es esocool saat kami tanya mengaku setiap bungkusnya ia memperoleh keuntungan sebesar Rp 100 karena harga dari kakaknya Rp 400," tambahnya.

    Menutut Markotib, saat ini pemeriksaan masih terus dikembangkan. Selain penjual, peran penyuplai es esocool mulai dari bahan juga akan diperiksa. Saat ditanya upaya penahanan oleh untuk memudahkan pemeriksaan, ia mengaku saat ini belum dilakukan.

    "Belum ada upaya penahanan. Tapi kemungkinan itu tetap ada. Tidak hanya penjualnya saja, namun pihak yang turut serta dan membantu kegiatan tersebut akan kami tindak sesuai dengan Undang-undang yang berlaku," tandasnya.

    Pada bagian lain, Markotib mengatakan, saat ini seluruh anak yang dirawat sudah diperbolehkan pulang sejak akhir pekan lalu. Dari data yang diperolehnya, seluruh siswa yang terkena dampak es beracun itu ada 17 anak.

    "Malam hari setelah kejadian ada beberapa anak yang menyusul dirawat lantaran mengaku mengalami sakit perut, sakit kepala dan mual. Kemudian kami berkoordinasi untuk memeriksakan seluruh anak yang meminum es itu," tambahnya.

    Markotib menambahkan, akhirnya malam itu juga pihaknya berkoordinasi dengan bidan desa setempat untuk melakukan pendataan siapa saja yang meminum es itu. "Ternyata ada 27 anak yang meminum dan seluruhnya kami rekomendasikan agar segera di periksakan ke Puskesmas," katanya. (baj)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top