• Berita Terkini

    Monday, January 18, 2016

    Syukuran Vonis Bebas Warnai Peringatan PDIP ke-43

    agung/ekspres
    PURWOREJO--Peringatan hari ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-43, diperingati berbeda oleh warga PDIP Purworejo. Dalam kegiatan itu juga dilakukan tasyakuran atas divonis bebas dan tidak bersalahnya dua pimpinan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo, Luhur Pambudi dan Prabowo.

    Tasyakuran yang juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT PDI Perjuangan yang ke 43 tersebut dilaksanakan di Gedung Kesenian Sarwo Edi Wibowo, Sabtu (15/1) malam. Hadir dalam kesempatan tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), wakil bupati terpilih, para pimpinan Parpol, pengurus DPC PDI Perjuangan Purworejo serta ratusan kader.

    "Kami menyampaikan terima kasih kepada segenap kader yang telah mendoakan saya bersama Prabowo selama kami ditahan kurang lebih 9 bulan. Kami bersyukur proses hukum telah selesai dan kami di vonis bebas karena terbukti tidak bersalah," kata ketua DPC PDI Perjuangan, Luhur Pambudi.

    Luhur menambahkan, ia bersama bersama Prabowo dijebloskan ke penjara karena fitnah yang sangat keji. Dikatakannya, fitnah tersebut nyatanya tidak terbukti sehingga mereka berdua dinyatakan bebas tidak bersalah oleh putusan hakim 16 Desember 2015 lalu.

    "Kami menyadari bahwa tidak ada yang mudah dalam perjuangan. Terlebih yang kami perjuangkan ini adalah partai ideologi," katanya.

    Sementara itu, Ketua Panitia, Sunarto mengatakan, rangkaian kegiatan yang diagendakan dalam tasyakuran dan peringatan HUT PDI P ke 43 itu diantaranya, potong tumpeng, sosialiasi empat pilar serta dzikir bersama.

    "Rangkaian kegiatan ini kami agendakan dengan diakhiri dzikir sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Harapannya kedepan akan PDI P Purworejo akan semakin maju dan sukses," katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku mewakili kader-kader PDI P meminta kepada bupati dan wakil bupati terpilih agar memperhatikan betul pendidikan agama utamanya kepada generasi penerus. "Apalagi saat ini pengaruh negatif globalisasi telah merambah generasi muda. Sehingga kenakalan remaja menjadi cukup memperihatinkan dan mengancam masa depan bangsa," katanya. (baj)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top