• Berita Terkini

    Jumat, 18 Desember 2015

    Hutan Gundul Karangduwur Dihijaukan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Warga Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen menanami pohon di hutan gundul. Penanaman dilaksanakan di wilayah sekitar objek wisata Pantai Menganti Desa Karangduwur, berupa hutan milik Perhutani yang gundul mencapai 50 hektare.

    Kondisi hutan di pegunungan dekat pantai tersebut memang cukup memprihatinkan. Pasalnya kondisinya gersang dan tidak terawat. Padahal jika diurus dan dikelola dengan baik dapat menjadi objek wisata tersendiri yang memiliki nilai jual tinggi, sekaligus mendukung panorama Pantai Menganti yang layak digunakan untuk surfing atau selancar itu.
    Pendapatan di Pantai Menganti akhir-akhir ini memang cukup fantastis. Dalam satu bulan bisa mencapai Rp 150 juta. Adapun pada hari libur, seperti Minggu bisa mendapatkan Rp 20 juta sehari.

    Potensi ini pun perlu didukung oleh berbagai pihak. Termasuk  warga setempat yang secara sukarela menanami pohon di hutan gundul milik Perhutani tersebut. "Warga kini sudah merasakan manfaat yang diperoleh dari pengembangan objek wisata di Karangduwur," kata Kades Karangduwur Basir, kemarin.

    Pihaknya pun hendak memadukan objek wisata Menganti dengan wisata alam pegunungan. Arahnya berupa agrowisata dengan menanami bibit buah-buahan.

    Basir pun menepis jika ada anggapan hendak menyerobot lahan atau merusak tanaman di wilayah yang dipimpinnya. Apalagi menyusul adanya laporan kepada pihak berwajib terkait penebangan pohon milik Perhutani saat terjadi pelebaran jalan menuju objek wisata Menganti belum lama ini. Padahal pohon tersebut roboh dengan sendirinya. "Justru kita sangat peduli terhadap lingkungan sekiitar," jelasnya.

    Dengan ditanami bibit buah-buahan, maka hutan lindung itu tidak ditebangi pohonnya, melainkan diambil buahnya. Sehingga, pohon tetap tumbuh besar dan kian menambah daya tarik wisatawan. Selain itu, penanaman bibit buah-buahan juga untuk mempertahankan ikon Kebumen berupa burung walet, di mana makanan burung tersebut dapat tercukupi. Untuk diketahui, burung yang menghasilkan sarang dengan harga selangit itu menyukai buah-buahan yang membusuk. Saat ini, ekosistem walet yang dijaga oleh warga itu mulai bertambah. Diharapkan terus berkembang biak dan mampu mengembalikan ikon Kebumen yang selama ini telah meredup.

    Saat ini baru 50 bibit buah-buahan yang ditanam. Adapun penghijauannya meliputi cemara laut sebanyak 8.500 pohon dan jati sebanyak 2 ribu pohon. Penanaman tersebut untuk mendukung pengembangan pariwisata di Karangduwur. Tidak hanya Pantai Menganti saja tetapi juga outbound di Sawangan Adventure yang terdapat air terjun. Basir meyakini air terjun yang tidak kering saat kemarau itu bisa dijadikan sebagai pembangkit listrik. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top