• Berita Terkini

    Minggu, 13 Februari 2022

    BKKBN Siap Bantu Atasi Stunting di Kebumen


    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat Hasto Wardoyo berkomitmen bakal membantu Pemkab Kebumen dalam penanganan kasus stunting. Bantuan itu salah satunya diwujudkan dengan mengalokasikan dana di tahun  2022 ini sebesar Rp14 Miliar.


    Hal itu terungkap saat Hasto Wardoyo menemui Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di Ruang Transit Rumah Dinas Bupati, Sabtu (12/2/2022). Pertemuan Hasto dengan Bupati membicarakan banyak hal.


    Salah satunya mengenai persoalan stunting di Kebumen. Pihaknya mengatakan siap untuk ikut serta membantu pemerintah dalam menguramgi angka stunting. BKKBN sendiri mengalokasikan dana untuk kabupaten/kota di Kebumen 2022 sebesar Rp14 Miliar.

    "Kami terima kasih untuk alokasi 2021 sebesar Rp8 miliar penyerapannya sudah 92,9 persen. Untuk tahun ini naik Rp14 miliar, mohon bantuannya agar bisa diserap dengan baik. Salah satunya untuk kegiatan penanganan stunting," ujarnya.

    <
    p> Pihak BKKBN kata dia, juga menyiapkan dana Rp 1 juta perbulan untuk para penyuluh di 26 kecamatan. Para penyuluh itu juga diharapkan bisa ikut serta mensosialisasikan program-program pemerintah dalam hal penanganan stunting. 

    "Kita juga mohon kepada pemerintah daerah agar lebih gencar lagi untuk mengkampanyekan program KB. Agar lonjakan penduduk bisa dikendalikan. Ada beberapa jenis proram KB yang memang peminatnya masih sedikit," ucapnya.

    Di tempat yang sama, Bupati Kebumen Arif Sugianto mengatakan, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala BKKBN yang ingin turut serta membantu pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Kebumen.


    "Alhamdulillah persoalan stunting di Kebumen mendapat respons cepat dari kepala BKKBN. Beliu tadi sudah menyatakan komitmennya untuk ikut membantu pemerintah dalam menangani persoalan stunting," ujar Bupati.


    Bupati bersyukur angka stunting di Kebumen terus menurun dari 15 persen menjadi 12 persen. Tentunnya dengan adanya penambahan anggaran dari BKKBN diharapkan persoalan stunting bisa semakin turun. Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah program khusus  untuk menangani ini.


    "Baik Wakil Bupati dan Duta Stunting Ibu Iin juga sudah turun langsung dalam penanganan stunting. Tentu ini menjadi persoalan dan fokus kami untuk cepat diselesaikan. Karena stunting erat kaitanmya dengan kemiskinan ekstrem," tandasnya. 


    Pertemuan antara Bupati dengan Kepala BKKBN juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Widwiono, Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih, Duta Stunting Kebumen Iin Windarti sekaligus Ketua TP PKK Kebumen serta Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Budi Satrio. (fur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top