• Berita Terkini

    Selasa, 25 Januari 2022

    Rombak SOTK Besar-besaran, ini Alasan Bupati Kebumen


    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bupati Arif Sugiyanto melakukan perombakan besar-besaran di dalam jajaran Pemkab Kebumen sepanjang tahun 2021 lalu.  Tak kurang dari 1003 orang pejabat, administrator dirotasi atau mutasi.


    Bupati juga melebur sejumlah dinas menjadi lebih ramping. Selain sebagai tindak lanjut dari aturan Perundangan, Bupati Arif menegaskan, langkah yang ia tempuh semata-mata dalam rangka mengefektifkan kerja birokrasi. Ujung-ujungnya, menuntaskan misi Bupati-Wakil Bupati yang bermuara pada pemerintahan yang bersih, serta memberikan pelayanan maksimal terhadap rakyat Kebumen.


    Berikut wawancara khusus Kebumen Ekspres dengan Bupati Kebumen, H Arif Sugiyanto SH, baru-baru ini.




    1. Apa kabar Bapak?  Kami ingin bertanya sejumlah hal. Yang pertama soal reformasi birokrasi. Kami melihat, Pak Bupati sejak menjabat telah banyak melakukan perombakan SOTK. Bahkan bisa dibilang besar-besaran. Pertanyaannya, apakah pertimbangan dari perombakan SOTK ini. Kemudian, sasaran apa yang ingin dicapai?


    Ada dua hal dalam perombakan tersebut ya terutama SOTK secara badannya (ibaratnya) itu kita sederhanakan. Ada Dinas Perkim LH yang kita gabungkan dengan dinas lain, seperti haknya Dinas Kelautan menjadi Dinas lingkungan hidup dan kelautan dan juga Dinas Perhubungan juga Perkim Hub menjadi satu. 


    Karena ASN kita setiap tahun itu pensiunan antara 400 sampai 500. Sedangkan yang masuk itukan sangat sedikit dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Contoh sekarang kita menyiapkan 2.300 lebih untuk P3K itu semuanya dari guru. Jadi ASN-ASN  yang ada, jauh lebih kurang. Sehingga saya melakukan penggabungan dua dinas itu, jadi dua dinas itu hilang. 


    Kemudian adanya perombakan jabatan. Jabatan itu sesuai kinerja dan kebutuhan karena kan banyak yang kosong saat itu. Sehingga kita lakukan asesmen. Kemudian ada pengalihan fungsi, dari jabatan administrator menjadi jabatan fungsional. 


    Ini menyikapi dengan adanya peraturan di atasnya terhadap Undang-undang Cipta Kerja. Menpan RB itu mengharapkan bahwa, tidak ada lagi eselon terlalu banyak. Ada  hitungannya berapa pejabat administrator yang harus dihilangkan, ada hitungannya. Kalau nggak salah kita sudah ada 96 persen kemarin, sudah ok. 


    Jadi satupun kurang tidak boleh sehingga pelantikan 1003 orang itu diakhir tahun ini adalah salah satunya dalam rangka alih fungsi dari jabatan administrator menjadi jabatan fungsional. 


    Tetapi didalamnya juga ada kegiatan yang harus kita lakukan penyesuaian, jabatan yang harus kita sesuaikan, jadi jangan sampai yang sudah senior tidak naik-naik sehingga kita naikan. Itu paling penting, jadi ketika memang dia sudah senior punya kinerja cukup bagus ya kita berikan reward naik pangkat naik jabatan.


    SOTK sesuai dengan kebutuhan ya hari ini juga ada pelantikan pergeseran. Ini semua penyegaran jadi jabatan itu kalau diputar ada penyegaran pemikiran-pemikiran sesuai dengan kebijakan dan pimpinan yang baru akselerasinya akan lebih cepat.


    2. Kegiatan SOTK itu biasanya dikaitkan dengan jual beli jabatan bagaimana tanggapan bapak meyakinkan masyarakat bahwa diera kepemimpinan bapak Bupati pergeseran jabatan tidak ada jual beli?


    Pertama begini, kalau ada jual beli jabatan di Kebumen dilaporkan saja. Yang kedua, setiap saya melaksanakan SOTK satupun tidak ada yang bocor. Ini menunjukan tidak ada transaksi. 


    Kalau bocor berarti ada yang muter-muter mencari peluang. Apakah merasa oh saya telah menempatkan orang saya, ujung-ujungnya nanti meminta timbal balik. Setiap saya melaksanakan SOTK atau pergeseran jabatan itu tidak ada yang bocor. 


    Kemudian sistem SOTK saya serahkan ke Baperjakat, itu ada Pak Sekda, Inspektorat di dalamnya dan ada tim Baperjakat, Badan Kepegawaian dan Jabatan. 


    Baperjakat ini mana yang perlu diasesmen dilaksanakan asesmen, asesmen terbuka ada tokoh masyarakat ada ahli dari universitas dan setiap yang rangking 1 langsung saya lantik. Biasanya akan ada komunikasi dengan bupati. Interview wawancara dengan bupati tetapi hal itu tidak saya laksanakan karena apa? Saya berkeyakinan siapapun yang telah ditetapkan oleh Baperjakat dialah yang terbaik dan bisa kerja. Jadi saya tidak perlu lagi komunikasi interview, saya yakin mereka sudah terbaik dan yang baik sehingga silahkan bekerja. Nah bila mungkin kedepannya perlu evaluasi pasti kita evaluasi. Oh ternyata kurang cepat kecepatannya misalkan, ok sudah baik gitukan, tetapi kecepatannya kurang cepat nah itu kita akan geser.


    2. Lalu, apa yang Pak Bupati "tuntut" dari par ASN dalam kaitan hubungan dengan Bupati juga pelayanan kepada masyarakat?


    Pertama untuk ASN itu visi misinya jelas, pelaksanaan lima visi misi, tetapi pembentukan pemerintahan itu harus Good government dan Open government. Jadi pemerintahan yang terbaik dan pemerintahan yang terbuka untuk masyarakat. Apa sih yang kita miliki ini yang kita lakukan, apa yang kita lakukan ini yang dipersembahkan untuk masyarakat, sehingga masyarakat bisa melihat dan masyarakat bisa berkomunikasi.


    Pembangunan itu saling berkomunikasi dan saya harapkan juga, saya harapkan dari ASN ini bekerja dengan ikhlas. Bekerja sebagai team work bekerja secara bersama-sama tidak seperti di desk ini sendiri di desk ini sendiri. 


    Misalkan oke, saya akan menggenjot kemiskinan, kemiskinan itu tidak hanya di Dinsos, selama inikan Dinsos, Dinsos, Dinsos. Tidak! Tidak ada dinsos ada Dislutkan untuk bantuan protein dari kelautan, Distapang protein dari pertanian.


    Kemudian ada Dinkes pengecekan kesehatan, pengecekan rumah tidak layak huni, kemudian pengecekan juga jambanisasi kemudian air di cek semuanya, jadi kemiskinan itu keseluruhan tidak hanya satu dinas.(fur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top