• Berita Terkini

    Minggu, 14 November 2021

    Mengenal Galih, "Denny Caknan" Asal Kebumen


    Andalkan Lagu Waduk Sempor Ninggal Lara untuk Pecinta "Jawa Ambyar"
      



    Galih Yuta Pramaditya Nugraha, warga Jalan Kartini No 656 RT 03 RW 03 Gombong, baru-baru ini ramai diperbincangkan dikalangan pecinta musik. Ini lantaran lagu-lagu berbahasa Jawa yang ia ciptakan mampu menyentuh hati para pecinta lagu-lagu sendu dan romantis atau istilahnya pecinta "Jawa Ambyar". Seperti apa ceritanya?

    --------------------------

    IMAM WAHYUDI, Kebumen

    -------------------------

    PRIA kelahiran Kebumen tersebut memiliki suara hampir mirip Denny Caknan. Tak hanya piawai dalam menyanyi, anak pertama dari tiga bersaudara putra pasangan Ahmaf Syarif Hartanto dan Chatarina Sri Wahyuni ini juga handal dalam menciptakan lagu. 


    Lagu-lagu ciptaannya sudah dirilis di channel youtube miliknya, "Galih Yuta Music". Lagu hits andalannya berjudul Waduk Sempor Ninggal Loro, yang dirilis pada Desember 2020 lalu dan sudah ditonton lebih dari 8 ribu viewer. 


    Lagu tersebut kental dengan lirik bahasa Jawa bermuatan curahan patah hati seorang laki-laki yang di khianati oleh kekasihnya. Galih berharap lagu ini mampu diterima dikalangan pecinta musik pop jawa agar dapat terus maju melestarikan budaya Indonesia, khususnya lagu berbahasa jawa. 


    "Kedepannya saya ingin mempertahankan dan terus mengenalkan lagu-lagu berbahasa jawa agar semakin dicintai oleh masyarakat melalui karya musik yang saya hasilkan. Menembus batas usia dan tak lekang oleh waktu," kata Galih, Minggu (14/11).


    Diceritakan Galih, inspirasi dalam bermusik adalah penyanyi idolanya Didi Kempot alm dan Denny Caknan. Dimana mereka mampu membawakan sebuah nama daerah dalam setiap karya mereka untuk dijadikan sebuah lagu. 

    “Awalnya iseng-iseng cover lagu di channel youtube, terus terpikiran untuk menciptakan lagu pop dangdut berbahasa jawa, seperti idola saya Didi Kempot alm dan Denny Caknan. Semoga lagu-lagu saya dapat diterima dan didengarkan oleh banyak orang khususnya warga Kebumen,” harap Galih tersenyum. 


    Beberapa lagu Galih tulis secara mendadak atau spontanitas karena mengikuti perasaan yang sedang dirasakan. Ada juga lagu yang memang ia rencanakan. Dari lagu-lagu yang sudah Galih ciptakan memang berkisah tentang patah hati atau Ambyar dan jatuh cinta. Segmen pasar musiknya adalah kalangan anak muda pecinta lagu campursari ambyar. “Rata-rata menceritakan kisah cinta atau patah hati yang sedang dirasakan oleh teman yang berbagi cerita kepada saya,” jelasnya. 


    Pria singel yang masih kuliah di Universitas Putra Bangsa ini berharap karya musik ciptaannya dapat diterima dan mampu menghibur masyarakat umum khususnya warga Kebumen dan sekitarnya. (*)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top