HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Kamis, 22 November 2018

    HUT PGRI, 22 Grup Ikuti Lomba Karawitan

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kebumen menggelar Lomba Karawitan. Lomba yang pusatkan di Aula PGRI Kebuman tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT PGRI ke 73 dan Hari Guru Nasional ke 24. Kegiatan ini diikuti oleh 22 grup karawitan dari PGRI cabang Se Kebumen, Rabu (22/11/2018).

    Dalam lomba karawita peserta harus menampikan dua gendingan yakni gending wajib dan pilihan. Untuk gending wajib  peserta harus memilih memainkan karawitan Ladrang Lere-lere Sumbangsih Laras Pelog patet 6. Sedangkan gending pilihan terdiri Ketawang Tepleg, Ketawang Suba kastawa, Ketawang Kinanti Sandung dan Ketawang Pangkur Ngreno.

    Dalam ajang lomba para peserta saling unjuk kebolehan secara bergroup yang terdiri dari 20 orang. Mereka mencoba memainkan irama dan tembang terbaik dihadapan dewan juri dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta. Adapu  ketiga juri tersebut yakni Rabimin SKar, Kuat SKar, MHum dan Darni SSn MSn. “Lomba dilaksanakan untuk mengembangkan seni karawitan di kalangan guru dan murid. Selain itu agar seni karawitan tetap lestari dan berkembang di bumi tercinta,” tutur Ketua PGRI Kebumen Tukijan SPd.

    Dijelasknnya, terdapat 28 Cabang PGRI di Kebumen. 26 diantaranya terdapat di setiap kecamatan di Kebumen sedangkan sisanya yakni dua, merupakan PGRI Cabang Khusus Dinas Pendidikan dan PGRI Cabang Khusus Kantor Kementrian Agama.  “Dalam hal ini enam cabang yang tidak mengikuti lomba yakni Cabang Karangayar, Karanggayam, Sadang, Poncowarno, PGRI Cabang Khusus Dinas Pendidikan dan PGRI Cabang Khusus Kantor Kementrian Agama,” jelasnya.

    Beberapa Cabang PGRI yang tidak mengikuti lomba, salah satunya disebabkan karena memang di Kecamatan terkait, tidak terdapat gamalan. Dengan demikian anggota Cabang PGRI kecamatan terkait,  tidak dapat belajar karawitan.  Selain itu terdapat pula cabang PGRI yang sudah mempunyai alat gamelan namun tidak mengikuti lomba. “Kami berharap adanya bantuan dari Pemerintah Kebumen untuk memberikan bantuan gamelan bagi Cabang PGRI yang memang tidak ada gamelan,” tegasnya.

    Tukijan menambahkan, lomba karewitan menjadi penting karena berkait erat dengan pendidikan karakter.  Selain itu lomba juga digunakan untuk nguri-uri budaya. JIka masyarakat menyukai karawitan, maka seni dan budaya akan berkembang di kabupaten berselogan Beriman ini. Hingga berita ini diterbitkan kegiatan lomba karawitan masih berlangsung di Kantor PGRI Kebumen.(mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top