• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Sabtu, 29 September 2018

    Lowongan ASN Dinilai Tidak Adil Untuk GTT

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Meski menjadi kabar baik, namun adanya lowongan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) dinilai tidak adil bagi para Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT). Dalam CPNS ini, pemerintah memperlakukan sama baik kepada GTT/PTT yang sudah melaksanakan pengabdian selama belasan tahun, maupun yang baru saja lulusan kuliah.

    Belasan tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bisa saja waktu panjang itu digunakan oleh GTT/PTT untuk melakukan usaha atau kegiatan ekonomi lainnya. Namun para GTT/PTT tetap memilih mengabdi meski honor yang diterima tidaklah seberapa. Kekurangan guru dan tenaga pengajar di sekolah-sekolah negeri, menjadi salah satu alasan GTT/PTT terus bertahan.

    Meski GTT/PTT mengabdi secara tulus, namun sebagai manusia wajar jika mereka berharap dapat diterima menjadi PNS. Waktu menjadi pengorbanan terbesar bagi para GTT/PTT, sebab yang sudah lewat tidak mungkin akan kembali lagi. GTT/PTT terus melakukan perjuangan dari waktu kewaktu sembari terus melaksanakan pengabdian. “Kita dibutuhkan meski selalu terabaikan. Saat ada lowongan CPNS pemerintah menggunakan jalur tes. Semua dipandang sama, baik yang sudah mengabdi lama atau yang baru lulus kuliah,” tutur salah satu GTT, Musbikhin, kepada Ekspres, Jumat (28/9/2018).

    Pihaknya menyampaikan, jika menggunakan tes akan ada banyak GTT yang tidak bisa mengikuti karena batas maksimal umur yakni 35 tahun. Sedangkan GTT sendiri saat ini banyak yang usianya lebih dari 35 tahun bahkan ada yang usianya telah mencapai lebih dari 40 tahun. “Lantas dimana keadilan itu. Apa makna pengadian kami  bagi pemerintah,” jelasnya.

    Untuk itu, lanjutnta, Forum Komunikasi (FK GTT/PTT) Kebumen menyuarakan apa yang hendak mereka sampaikan. Ini dilaksanakan dengan memasang spanduk-spanduk di beberapa titik di Kebumen. GTT/PTT telah melaksanakan semua usahanya baik audiensi, demontrasi maupun mogok. “Bukan hanya Kecamatan Petanahan saja, namun FK GTT/PTT Kebumen memasang banyak spanduk di beberapa titik. Itu meliputi penolakan mempercepat Revisi Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lain sebagainya,” katanya.

    Sebelumnya telah diberitakan, FK GTT/PTT Kebumen menyesalkan adanya lowongan ASN yang belum bisa mengakomodir GTT/PTT. Padahal selama ini peran GTT/PTT sangat vital di negeri ini.

    Hal ini dikemukakan oleh etua FK GTT/PTT Ahmad Zahri. Pihaknya mewakili kawan-kawan GTT/PTT se Kebumen mendukung aksi mogok nasioal. Ini dilaksanakan sampai pemerintah benar-benar menyadari dan mengangkat GTT menjadi ASN. “Kami sangat menyesalkan hal tersebut,” paparnya.

    Ahmad menegaskan, di Kebumen terdapat GTT yang telah mengabdi selama belasan tahun. Mereka mengabdikan dirinya dengan honor yang tak seberapa. Kendati demikian GTT tetap teguh menjalankan pengabdian. Ini tidak lain karena keberadaan GTT menang diperlukan. “Banyak sekolah-sekolah yang hanya mempunyai sedikit guru negeri. GTT hadir untuk menutupi kekurangan tersebut,” ungkapnya.

    Pihaknya mendukung penuh aksi mogok nasional lantaran, dinilai merupakan satu-satuya jalan. Aksi mogok dilaksanakan hingga pemerintah menyadari dan mengangkat kawan-kawan yang sudah puluhan tahun mengabdi di sekolah-sekolah negeri menjadi PNS. “Mogok Nasional adalah satu-satunya jalan menuju PNS..!!!,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top